Menjadi Saksi Kecantikan Candi Penataran di Sore Hari


Menjadi saksi kecantikan Candi Penataran Blitar di sore hari? Meskipun gak terlalu suka dengan sejarah (padahal anak IPS), saya tetap sangat excited ketika berkunjung ke suatu candi. Menarik aja, karna candi merupakan bangunan yang keberadaannya mampu membuktikan fakta-fakta peradaban di masa lampau.

Membayangkan bahwa saya sedang berdiri diatas sebuah bangunan yang dahulu kala merupakan sebuah kerajaan yang terhormat dan sakral, membuat saya semakin meyakini kebesaran yang maha kuasa. Juga merasa bersyukur, betapa kayanya negeriku ini.

Candi Penataran menjadi candi pertama yang saya kunjungi di Blitar. Ini juga merupakan salah satu tempat wisata di Blitar. Karna gak begitu jauh dari rumah, jadi kami memutuskan untuk naik motor aja. Jarang-jarang bisa ajak Raka touring, klo kejauhan kan gak tega juga hehehe.

Karna sebelumnya kami berkunjung ke Kebun Kopi Karanganyar, kami jadi datang terlalu sore. Sempat batal datang juga karna takut gak dapat cahaya yang cukup. Daaaan ternyata Candi Penataran cantik banget kalau diguyur matahari sore, Alhamdulillah kami gak salah ambil keputusan xixixixi

Cah gantengku yang gak kalah menawan ūüėõ

Jujur aja ya, sebenernya ketika datang gak ada guide atau sejarah yang bisa kami baca dari Candi Penataran ini (dan di banyak candi lainnya juga sih). Jadi semua yang saya tulis disini merupakan hasil riset pribadi, dan semoga pengelola bisa memperbaiki atau menambah fasilitas supaya pengunjung bisa mendapat wawasan tentang candi-candi yang dikunjungi.

 

 

Candi Penataran  merupakan candi berlatar belakang Hindu yang telah ada sejak kerajaan Kediri dan digunakan sampai era kerajaan Majapahit. Komplek Candi Penataran ini menjadi komplek candi terbesar yang ada di Jawa Timur dan terletak di lereng barat daya Gunung Kelud. Terletak pada ketinggian 450 M dari permukaan laut, terletak tepat di desa Panataran, kecamatan Nglegok, Blitar.

Sedikit aerial photo di bagian candi utama Candi Penataran Blitar.

Sedikit aerial photo di bagian candi utama Candi Penataran Blitar.

 

Candi Penataran ditemukan pada tahun 1815, dan belum banyak dikenal sampai tahun 1850. Komplek candi ini ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang merupakan Letnan Gubernur Jendral pada masa kolonial Inggris di Indonesia pada saat itu.

Tidak ada tiket masuk, makanya gak heran kalau menjelang sorepun komplek candi tetap ramai. Terlihat ada banyak warga sekitar yang berkunjung sekedar mengajak anak-anaknya bermain. Raka jadi nggak krik-krik deh buat lari-larian disini, karna ada banyak anak-anak seusianya yang juga menikmati sore di komplek candi.

(Baca Juga; Akhirnya Bisa ke Candi Prambanan)

bagian halaman belakang
bagian halaman tengah
Arca Dwarapala di halaman tengah
kompleknya luas dan asri

Dari sejarah yang saya baca di Wikipedia, nama asli candi Penataran dipercaya adalah Candi Palah yang disebut dalam prasasti Palah, dan dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa.

Raja Çrnga sendiri merupakan raja yang memerintah kerajaan Kediri antara tahun 1190 Р1200, sebagai candi gunung untuk tempat upacara pemujaan agar dapat menetralisasi atau menghindari mara bahaya yang disebabkan oleh gunung Kelud yang sering meletus. Komplek Candi Penataran memiliki total luas 12.946 m2.

Jika kalian berkunjung, kalian bisa melihat jelas bahwa terdapat berbagai bangunan yang terletak dari barat laut hingga tenggara kompleks candi. Di bagian belakang candi utama terdapat sungai yang memiliki hulu di Gunung Kelud. Di depan candi utama ini, juga terdapat beberapa candi perwara dan balai pendopo.

(Baca Juga; Suguhan Berbeda dari Candi Ijo)

keceriaan raka di halaman tengah komplek candi

 

Karena candi menghadap tepat ke barat, jadi ketika ketika sore bagai disiram matahari tenggelam.
Spot paling sempurna menikmati matahari tenggelam

Persis seperti yang saya lihat sendiri, kompleks Candi Penataran secara umum dikelompokan menjadi tiga bagian, yakni bagian halaman depan, halaman tengah dan halaman belakang. Di halaman depan atau tempat kita masuk terdapat pintu gerbang utama, Arca Dwarapala, Bale AGung, Pendopo Teras serta Candi Angka Tahun.

Untuk bagian halaman tengah juga terdapat Arca Dwarapala namun ukurannya lebih kecil dan  memiliki usia setahun lebih tua dari arca di bagian halaman depan, sisa bangunan dari batu dan bata, Candi Naga dan Pondasi Bata. Sedangkan pada halaman belakang terdapat Candi Utama dimana terdapat sebuah kolam yang tertulis tahun angkat 1337 Saka atau 1415 M.

(Baca Juga; Habiskan Sore di Tengah Kemegahan Istana Ratu Boko)

Kolam tersebut terletak di belakang candi utama di sisi tenggara dekat sungai. Terdapat pula Prasasti Palah yang memiliki fungsi sebagai sarana penyembahan Bathara Palah sebagaimana tertulis di Prasasti Palah.Karna matahari segera terbenam dan para staff mulai beranjak pulang, kamipun terpaksa harus mengakhiri kunjungan.

Saran saya kalau datang ketika sore, kalian bisa menuju candi utama yang memiliki tiga buah teras yang dengan tinggi masing masing 7,19 meter. Karna dari candi utama kalian bisa menyaksikan fenomena matahari tenggelam tepat dibelakang Gunung Kelud, dijamin akan membuat kalian terpesona dengan keindahannya.

MasyaAllah luar biasa hebatnya manusia-manusia pada jaman dahulu karna bisa mendirikan bangunan sedemikian kokoh serta penuh dengan perhitungan. Semoga yang membaca artikel dari saya ini bisa menambah kecintaan kalian terhadap candi-candi di Indonesia. Amin

+ There are no comments

Add yours