Sate Lilit Paling Enak Sepulau Bali


2 paket komplit Sate Lilit paling enak sepulau Bali
Rasa bosan hinggap ketika saya berada hampir satu minggu di Bali, bahkan waktu itu saya nggak menginjakkan kaki di pantai Kuta sama sekali saking malasnya. Kebiasaan saya dan Fahmi ketika ke Bali berbeda jauh dengan dahulu yang rajin ber-beachopping dengan sepeda motor, beda sekarang yang sukanya reuni dengan teman lama, males-malesan di hotel (red: kelonan) atau KULINERAN! 
One day salah satu teman dekat yang tinggal di Bali menanyakan apa rencana kami, dengan singkat Fahmi menjawab “ke Pesinggahan mau makan sate lilit” Temannyapun cuma mengerutkan dahi karena tau Kuta-Pesinggahan itu memakan waktu tempuh 2 jam lamanya (50 km dari ngurah Rai airport). Saya pribadi belum ngerti seberapa enak sate ini sampai-sampai Fahmi begitu kekeh mau makan disana, karena hanya perlu duduk manis jadi ya saya menurut saja. Kami mah gitu orangnya.
Bagian ruang makan khusus lesehan
Bernama Warung Lesehan Mertha Sari, yang terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Kusamba Kabupaten Klungkung. Warung yang berukuran lumayan besar ini terletak di tengah – tengah desa sekitar 1 km dari arah jalan raya, memiliki 2 bagian ruangan dan kami memilih area lesehan yang berada di depan ruangan. Belum-belum air liur sudah tertahan karena harum sate yang dibakar di samping warung.
Aneka menu sate 
Sup ikan laut yang bumbunya gurih banget
Sate lilit, sate ikan dan pepes ikan
Andai mereka bisa dinikmati di Jakarta 🙁
Ekspektasi saya makan sate ya hanya sate dan bumbunya saja dong?! Paling tambahannya lontong atau nasi. Namun ternyata tidak jika makan sate di warung makan yang satu ini, satu paket berisikan beberapa menu tambahan yang membuat saya atau setiap pengunjung makin nggak sabar untuk mencicipnya. 
Isi 1 menu paket tersebut adalah:
1. Nasi Putih (tentu saja)

2. Sate Ikan Laut: Berupa sate lilit yang dikukus lalu dibakar dan 2 tusuk sate biasa

3. Jukut Urap: Makanan olahan dari bahan utamanya yaitu sayur kacang panjang serta racikan bumbu parutan kelapa

4. Pepes Ikan Bakar: Campuran ikan yang telah ditumbuk halus dengan bumbu dan dibungkus dengan daun pisang

5. Kacang Goreng dengan sedikit garam

6. Sambel Matah: Campuran cabai kecil, cabai besar serta bawang merah yang diiris tipis, lalu dicampur dengan minyak

7. Sup Ikan Laut: Berupa sup dengan bahan dasar ikan yang memiliki rasa campuran bumbu tradisional yang begitu tajam dan gurih 
Saya sudah cukup sering makan sate lilit kerena sering ada di dalam 1 bungkus Nasi Jinggo, tapi rasanya semua lewaaaaat. Sate Lilit di Mertha Sari inilah yang menang dengan mutlak, wajar dong kalau saya sampai nambah?! Apalagi sambel matahnya yang entah menggunakan minyak macam apa, karena membuat pedesnya semakin nikmat. 
Proses pembakaran sate
Pepes ikan bakar siap santap
Mungkin karena sebagian dari penduduk di desa Pesinggahan ini yang berprofesi sebagai nelayan, membuat olahan sate lilit Mertha Sari ini menjadi begitu lezat, menggunakan ikan-ikan laut segar tentu membuat rasanya tidak dapat ditemukan di tempat lain apalagi di Setiabudi Jakarta selatan. Hksss

Pantaslah kalau warung makan ini tidak pernah sepi dari pengunjung, sebenarnya ada beberapa kedai yang juga menjual menu sate lilit di desa ini. Namun kata Fahmi yang sudah mencobanya bilang kalau kedai satu inilah yang selalu ramai pengunjung. Pokoknya kalau kalian kesana please bungkusin buat saya yayayayayayaya ?! :))))

Ps: All Photos taken with Olympus E-PM2

21 Comments

Add yours
  1. 1
    muhammad akbar

    Dulu waktu ke Bali gak sempat nikmati sate lilit. ada dua tempat yang saya datangi tapi semua menu sate lilitnya sudah habis. Katanya kalau malam sudah jarang sediakan sate lilit, benar gak?
    Jadinya cuma nikmati ayam betutu nya aja,

+ Leave a Comment