Dream Indonesia: Kepulauan Anambas, Surga Tropis Di Ujung Negeri


Sejujurnya saya merasa belum siap untuk mendapat pertanyaan mengenai dimana destinasi impian yang sangat ingin saya kunjungi di Indonesia. Rasanya seperti diberi kesempatan untuk memilih Lipstick mahal dari ratusan brand terkenal. Bingung! Toh saya anaknya belum se-expert kak Rembulan yang memiliki passion tambahan dalam memahami ratusan lipstick branded. Sama halnya dengan ribuan pulau di Indonesia yang masih sangat sedikit saya ketahui. Keduanya sama-sama pilihan yang sulit. Haaaafffttt!

Pulau Penjalin Kecil, salah satu tujuan yang sangat ingin saya kunjungi di Kepulauan Anambas (foto milik Barry Kusuma)
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 70, kami para member Travel Bloggers Indonesia (TBI) diberi kesempatan untuk curhat menulis tentang destinasi impian yang paling ingin dikunjungi di Indonesia. Nah loh, andai Posbar kali ini bisa dijawab hanya dengan mencantumkan seluruh wishlist yang saya punya…. Kelar sudah dilema incess. *kemudian ditoyor Kak Indri*

Namun hidup tetaplah seperti belanja di pasar, yang harus siap diberikan berbagai macam pilihan lauk apa yang mau dimasak nantinya (insting mamak-mamak muda ini sulit sekali dilepas, harap dimaklumi). Dan akhirnya pilihan jatuh pada surga bahari yang dikenal sebagai gugusan kepulauan tropis terbaik di Asia, Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau. Saya memang selalu penasaran dengan pulau-pulau yang menjadi batas terdepan wilayah NKRI, rasanya sangat mudah dijatuhi cinta oleh Indonesia.

Kepulauan Anambas memiliki sekitar 238 pulau, namun hanya sekitar 40-an pulau saja yang sudah dihuni. Membayangkan bisa ber-islandhopping di sana, berinteraksi dengan saudara setanah air di ujung negeri dan menyaksikan sisi perairan terluar yang dilalui hampir 90% kapal internasional, benar-benar  membuat saya ingin cepat-cepat berjodoh dengannya. *Mohon bantu ucapkan Amin ya!* :’)


Pulau Penjalin yang tidak kalah indah dari pulau-pulau lainnya (foto milik Barry Kusuma)
Keindahan yang membuat hati tidak berhenti meringis pilu saking inginnya ;’) (foto milik Barry Kusuma)
Tentang hal yang ingin saya lakukan di Anambas sama seperti kalau ke Raja Ampat, yakni tentu saja banyak-banyak main air, karena Om Barry yang sudah datang dikedua surga tersebut mengatakan bahwa Anambas memiliki keindahan yang sebanding dengan Raja Ampat. Ya meskipun belum bisa diving sih, sebut saja Gupak di air. Kemudian narsis setiap radius 5 meter sekali, memotret segala sudut, duduk-duduk di pasir putihnya sambil nulis puisi untuk suami yang pasti gagal ia pahami. <—— Suaminya cuma paham bahasa coding *nggak papah, mahmud anaknya tabah*

Kendala selain transportasi dan takdir Tuhan adalah cara menuju ke Kepulauan Anambas itu sendiri. Karena lokasinya yang terbilang jauh dari pulau-pulau utama di Indonesia dan berada di perairan Laut China Selatan, membuatnya butuh penyesuaian waktu dan kondisi untuk tiba dengan selamat. Bahkan Om Bolang pernah loh 2 kali gagal landing di Matak Airport karena cuaca yang buruk, kalau balik kesana lagi culik aku dong om… Pelissss! :p 

Harapan paling kuat selain bisa cepat-cepat menginjakan kaki di sana, tak lain agar Kepulauan Anambas bisa semakin harum namanya seperti Kepulauan Belitung atau Raja Ampat mungkin. Supaya orang Indonesia tidak merasa asing dengan namanya dan tak banyak lagi yang bertanya dimana itu Anambas?! Apa bagusnya Anambas?! Agar para penduduknya tidak merasa di-anak-tiri kan oleh pemerintah karena keberadaannya di perairan terluar Tanah Air.

Tidak heran jika CNN.com memilihnya sebagai pulau tropis terbaik di Asia (foto milik Barry Kusuma)
Selain Penjalin, masih ada Pulau Temawan, Pantai Selat Rangsang, Pulau Bawah, Pulau Rongkat. Aaaah banyak! ‘;) (foto milik Barry Kusuma)
Teluk di Penjalin, adek lemah sama yang begini-begini bang…. (foto milik Barry Kusuma)
Laut yang super biru menghampar luas, keanekaragaman biota laut, barisan pohon-pohon kelapa hingga sepanjang 8 kilometer, garis pantai yang jauhnya mencapai 2 kilomenter, kesempatan bertemu penyu-penyu, belum lagi laguna-laguna yang bertebaran. Siapa yang nggak kepengin coba?! Anambas ibarat paket komplit yang bisa dengan mudah buat siapa pun jatuh cinta sampai lebam. Kayak cintanya adek sama si abang #halaah

Ada yang bilang bahwa hal yang kita sesali sekarang adalah hal yang tidak kita lakukan dahulu. Sementara yang tidak kita lakukan sekarang merupakan hal yang nantinya akan kita sesalkan di masa depan. Dan Anambas terlalu mempesona untuk dijadikan sebagai sebuah penyesalan. Tunggu kami yaa Anambas, buka sayapmu lebar-lebar untuk dapat segera menerima dan memeluk saya juga pemimpi-pemimpi lainnya yang sedang berusaha untuk mencapaimu (kedipin Tuhan).

Happy Independent Day! Dirgahayu Indonesia yang ke 70. Semoga kami akan selalu menjadi generasi-generasi yang membanggakanmu. Big Amen!


#DreamIndonesia dari member TBI lainnya:



  • Albert Ghana, Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia
  • Arie Okta Friyanto, Dream Destination, Banda Aceh
  • Astin Soekanto, Inginku Boven Digul Belajar dari Bung
  • Atrasina Adlina, Merawat Pagar Nusantara di Perbatasan
  • Citra Rahman, Aceh Destinasi Impian Orang-orang
  • Danan Wahyu, Mimpi Anambas
  • Dea Sihotang, Tanah Papua, Kamulah My Dream Indonesia
  • Edy Masrur, Berbagi Ilmu dan Menimba Kearifan di Wae Rebo
  • Eka Situmorang Sir, Pantai Impian
  • Fahmi Anhar, Destinasi Impian Nusantara
  • Firsta, A Story from Banda Neira
  • Hartadi Putro, Banda Neira Ku akan Datang
  • Imama Insani, Kapan ke Kakaban
  • Indah Purnama, Indonesia Bikin Rindu
  • Indri Juwono, Anambas Mimpi Indonesiaku
  • Karnadi Lim, Kaldera Toba for UNESCO
  • Leonard Anthony, Di Timur Menyongsong
  • Liza Fathia, Berkisah tentang Sabang di Hari Kemerdekaan
  • Matius Nugroho, 5 Destinasi Impian Indonesia 
  • Olive Bendon, Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku
  • Parahita Satiti, Dream Indonesia, Kembali ke Pulau Lombok
  • Rembulan Indira, Mimpi Indonesia Desa Adat Wae Rebo
  • Ridwan SK, Tobelo Destined To Be Love
  • Rico Sinaga, Ingin ke Misool
  • Rudi Hartoyo, Jelajahi Indonesia akankah Kulakukan?
  • Shabrina Koeswologito, Give Back for Indonesia
  • Titiw Akmar, Pancaran Nasionalisme dalam Taman Nasional Indonesia
  • Tracy Chong, Papua: A Dream Destination Where I Meet This Inspiring Lady
  • Wira Nurmansyah, 5 Destinasi Impian di Indonesia yang Wajib Dikunjungi
  • 52 Comments

    Add yours
    1. 18
      Indri Juwono

      Lalu tiba-tiba aku humming lagu Tanah Airku Indonesia, negeri elok sangat kucinta, tanah tumpah darahku yang mulya, yang kukenang spanjang masa…
      Tanah airku aman dan makmur, pulau kelapa yang amat subur, pulau melati pujaan bangsa, sejak dulu kala…..

    2. 28
      Fahmi Anhar

      putri, kamu mau ke anambas? minta uang saku berapa? ntar tinggal bilang aja. gampang. | *kipasan dompet*

      *iya bilang doang sih*

    3. 37
      danan

      penjalin itu kaya surga kak… (opppss salah ngomong). aku sampe bingung , dari semua sudut indah banget. hari itu ada 300 foto yang aku buat. dan dengan sangat menyesal ngga moto underwaternya karena arusnya lumayan kuat. tapi ngeliyat dari atas aja indah banget terumbunya *nangis

    4. 49
      satria

      buat traveller pencinta pulau lombok yang suka jalan sendiri ala backpacker atau yang traveling dengan ngambil paket wisata lombok .. ada lagu yg pas sekali untuk tulisan ini.. judulnya : lombok i love you – #song #reggae #amtenar – makasih untuk tulisannya ini ya kakak. cheers

    5. 50
      talik susanto

      benak sy langsung terbang ke pulau perbatasan antara indonesia dan filipina tempat di sana ada rekan kerja saya yang selalu menaikkan dan menurunkan bendera..ternyata saya keliru, yang saya maksud ternyata Pulau Miangas, bukan Pulau Anambas… semoga terkabul cita citanya

    + Leave a Comment