Umah Di Desa, Vila Modern Yang Bergaya Pedesaan


Coba bayangkan kalian menatap kenyamanan ini setiap bangun pagi, Gurih!
Berada di Desa Batubelig yang sangat tenang di Bali, Umah Di Desa ini sempat bikin saya terheran-heran dengan namanya. Jadi kalau ada yang tanya mau nginep di mana, saya mesti jawab “Umah Di Desa” Agak-agak ambigu kan jadinya?! But wait, keheranan saya abaikan setelah stalking dan membuka langsung websitenya di www.umahdidesa.com Kalimat WELCOME TO UMAH DI DESA, MODERN RUSTIC VILLAS IN BATUBELIG besar-besar muncul di tengah halaman. Dan melihat gallerynya saya langsung histeris “Aaaaakkkkk LOCOK!”
Membayangkan akan Bocan (bobok cantik) di vila yang unik ini selama 4 hari tiga malam. Wess tinggal sebulan pun saya mah mau banget kakaaaak! Meskipun berada di tengah desa yang super cozy,  akses ke pantai Seminyak tetap mudah karena hanya butuh berjalan kaki 5 menit, itupun kalo nggak mager karena saking pewe-nya di vila (kami begitu soalnya). Di jalan-jalan utamanya pun nggak kalah ramai dengan berbagai cafe dan resto, pokoknya Batubelig ini merupakan sisi berbeda dari Bali.
Ngakunya sih petualang, etapi ketemu sofa langsung lemah. Haaaft
Dapur impian setiap Mamah Muda, Mz aku mau diendorse ini dong Mz..
Family room, yang sekaligus menjadi tempat tamu sarapan dan bercengkrama (halah)
Kamar di seberang kosong loh!
Umah Di Desa memiliki 4 unit vila yang berbeda, nah beruntungnya kami kebagian vila 4 yang masih sangat baru ketimbang yang lainnya. Karena ini private villa, ya gak mungkin dong saya gedor-gedor unit vila lain untuk memotret?! Yang jelas konsepnya tetap sama yakni Modern Rustic, bedanya hanya di jumlah kamarnya. Karena kami cuma berdua, ya jadi vila 4 yang terdiri dari 2 kamar tidur dan kolam renang ini sudah sangat cukup dan membahagiakan 😀

Kamar utama, fix hanimun lagi. Ehehhe
Lcd Tv yang tidak pernah menyala karena kami betah duduk-duduk di taman
Seluruh perabot yang ada di vila ini Adorable banget, bikin hati lumer >,<
Kamar mandinya harum bunga dan aroma terapi khas pedesaan di Bali  
Kamar mandinya punya bath up dan luas pisan! 
Yang mau hanimun ke Bali, nginep di sini aja yes?! 🙂
Seperti menginap di vila pada umumnya, setelah mempersilahkan kami masuk, pengurus menjelaskan beberapa fasilitas yang ada dan bisa kami gunakan. Sarapan akan diantar jam 8 pagi, ketika vila kosong akan dibersihkan, dan jika memerlukan bantuan, kami dapat menghubungi nomer telepon yang komplit disediakan di salah satu meja kecil. Sisanya seluruh kunci kamar dan gerbang diberikan ke kami untuk 4 hari lamanya. Dengan kolam renang, wifi yang super kenceng, Mp4, kopi dan teh yang melimpah… Oh sungguh, pasangan blogger ini tidak butuh apa-apa lagi. (cuma modal ke warung beli mie) Wahahhaa

Duh, suka lantainya!
Rumputnya rumput asli loh, tanaman lainnya juga, jadi kalau siang terikpun tetap terasa adeeeeem 🙂
Satu-satunya foto narsis, maaf kalau incess kurang mempesona :p
Udah kayak bule tajir belom?! :p
Sarapan setiap pagi yang porsinya ampun banyak banget >,<
Handuk untuk berenang yang akhirnya selalu menahan kami pergi ke pantai
Ini minta banget di bawa pulang deh, lantainya 🙁
Jadi tuh lantai di vila ini motifnya beda-beda, nggak paham berbahan apa.. Keliatan classic dan nyaman
Ada banyak tumpukan film box office, dan kacamata :))
Portable Mp4, atau apa ya namanya.. Asik banget buat dugem nyariah >,<
Aku mau selalu bangun pagi seperti ini, Mz!
Sampai malam pun saya tetap lemah dan guling-guling gak mau beranjak. Muehehe
Alhasil, selama 4 hari saya dan Fahmi jaraaaaaaaaang banget keluar vila, karena toh semua fasilitas sudah sangat lengkap tersedia. Fahmi akhirnya memanggil beberapa teman lama untuk menginap di kamar yang kosong, membeli beberapa camilan di luar, sisanya staycation ceria. Terimakasih banyak untuk Postcard & Tag yang sudah memberikan kami paket liburan ke Bali yang Extremely Fun! Mas Beb yang menang lomba live-tweet ketika event lauching Postcard & Tag belum sempat meriview perjalanannya, ditunggu saja yak kakaaaak. Muahahaa

Ps: All Photos taken with Olympus E-PM2

14 Comments

Add yours
  1. 2
    Bintan Ati'ul Husna

    cakeeeeeppp tempatnya..trus g etnik etnik banget yang menurutku serem, suka yg semi modern tapi private gitu,,tapiiii gede banget 2 kamar,,,kalo hunimun berdua jadi waste banget donk.. :3

  2. 11
    Fahmi Anhar

    Ranjangnya kok nggak ternoda itu? masih suci mewangi penuh kedamaian… hahaha… ah seru kali Umah Di Desa ini, mau banget nginep disini kalau ke bali! Apalagi kalau diminta bikin reviewnya… #eh #ngarep

+ Leave a Comment