Tuhan, mohon selamatkan Banten


Ketika dinasti ‘Ibu’ hancur nanti, semoga pemimpin penggantinya jauh lebih mementingkan pendidikan rakyatnya dibanding mementingkan membeli mobil mewah untuk bertengger anggun di garasi adiknya. – SHA


Doa dan harapan yang begitu sederhana dari sahabat baik saya yang besar di provinsi yang begitu malang; Banten. Entah balasan apa yang pantas untuk seorang pemimpin yang menjauhkan rakyatnya sendiri dari kenyamanan yang paling sederhana, kelayakan hidup yang mutlak menjadi haknya, ‘memugar’ istananya sendiri dengan keringat darah dari rakyatnya, KEJI! mungkin itu jabatan yang pantas untuk mereka.
Saya sendiri menjadi saksi kemiskinan Banten ketika traveling ke wilayah Sawarna, Bayah. Untuk hitungan provinsi yang memang tidak begitu jauh dari hiruk-pikuk kota Jakarta, agak aneh untuk memaklumi transportasi menuju Bayah yang begitu sulit dan jarang, jalanan yang rusak, pendidikan yang buruk. Bayah still in Java Island bukan di Papua atau pedalaman Borneo tapi keadaan pendidikan dan transportasinya amatlah buruk. Dan semua sudahlah terjawab, kekayaan Banten ada di genggaman sang ‘Ratu’. Banten terlalu berharga untuk dilukai..
Berikut dokumentasi keluarga saya ketika singgah di Desa Sawarna,

Kediaman Teh Sutarsih, Banten bisa lebih layak dari ini
Semoga kalian bisa memperbaiki Banten yaaah ;’)
Semoga Abah dan Nenek sempat merasakan kebangkitan Banten ;’)
Saya yakin mereka juga peduli
Mereka bisa memperbaiki nasip provinsi tercintanya

Semoga saya masih punya kesempatan jump bersama mereka lagi, saat Banten lebih baik
Keindahan ini tidak pantas untuk dilukai

Bahagia Banten sesederhana jump from the rocks
Terjang Ombak, berantas korupsi !!
Mereka sangat ingin belajar, mohon kirim pendidikmu Banten
Terbitkan ‘matahari’ untuk kami penguasa
  •  Selama kurun waktu setahun lebih, penanganan kasus dugaan korupsi senilai Rp 19 miliar yang melibatkan adik tiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yakni Lilis Karyawati Hasan (LKH), selaku direktur CV TMJ, mandek di Polda Banten. 
  • Laporan dugaan korupsi yang masuk ke KPK dari Banten sebanyak 1.096 kasus namun tak satu pun yang ditindaklanjuti.
  • Salah satu laporan yang masuk ke KPK pada 2011 terkait kasus dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp 340 miliar lebih dan dana bantuan sosial (bansos) senilai Rp 51 miliar
  • “Fakta lain yang kami temukan yakni sebagian besar lembaga/organisasi penerima dana hibah dan bansos tersebut dipimpin oleh anggota keluarga dan kerabat dari Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah. Jadi ada modus KKN juga dalam pembagian dana hibah dan bansos tersebut”
 Entah hukum macam apa yang telah berakar di negara kita, Abah, Nenek dan seluruh rakyat Banten tidak pantas untuk menanggung akibat dari dosa-dosa yang mereka teguk dengan nyaman.
 “Pada akhirnya yang salah akan kalah.Tuhan, mohon selamatkan Banten”- Sarah Hasbiy Asy-syifa

10 Comments

Add yours

+ Leave a Comment