Sedikit Cerita Tentang Caraka


Rasanya baru bulan kemarin menikah, baru minggu kemarin Backpackmoon-an, baru pagi kemarin nulis blogpost For You Who Live Under My Heart dan menikmati masa-masa kehamilan dengan Babymoon. Tetiba perut udah kempes aja, tetiba saya sudah kembali rindu bagaimana rasanya hamil. Kenyataannya, sekarang si baby udah berusia 2 setengah bulan.
 Iiikkhhh cepet banget ya waktu?! 

Iya, ceritanya saat ini saya sedang nikmat-nikmatnya menikmati periode keemasan putra pertama kami, Caraka Pradipta Mohamadi. Konon periode emas anak berlangsung selama 1.500 hari pertama kehidupan si anak (hampir setara 5 tahun) dimana ketika masa ini pertumbuhan anak sangat pesat, mulai janin, bayi, hingga menjadi balita. Nah jadi saya gak akan heran kalo tiba-tiba besok pagi Caraka udah bisa nyupirin mamaibunya belanja ke mall *agak lebay memang ;p*
Banyak banget hal seru yang saya lewati ketika sedang mengandung Caraka. Percaya atau enggak, saya sempat menjadi babu waiters di salah satu restoran India yang berada di Sydney hingga usia kandungan 6 bulan. Eits.. jangan pernah nyamain kerjaan di Indonesia dengan di Australia. Karena boro-boro sempet main handphone, bisa bebas ke toilet aja udah syukur alhamdulillah saking sibuknya. Dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam, malah pernah buka jam 6 pagi sehingga saya dan teman lainnya diharuskan bekerja selama 16 jam. Dahsyaat!! Bersyukur bukan main, karna Caraka termasuk janin yang kuat serta gak merepotkan saya. Wong trimester pertama aja udah dibawa ngetrip selama 16 hari bareng team #SaptaNusantara yang disponsori Kementrian Pariwisata (jangan ditiru yes –“). 
Sampai tiba di hari Caraka lahir ke dunia dengan berat 2,8 kg dan panjang 49 cm, Caraka hadir untuk melengkapi hidup saya dan Fahmi *cailah* tepat pada tanggal 24 Juni 2016, yakni di minggu ke 40 kelahiran akhirnya dijadwalkan dengan jalan operasi secar. Karena rekomendasi spesialis mata yang tidak mengijinkan saya untuk melahirkan secara normal, alasannya karena kondisi kornea mata saya yang tidak cukup tebal (mata minus tinggi) sehingga sangat beresiko saat mengenjan (pecahnya kornea dan menimbulkan kebutaan). Well, normal atau secar gak penting buat saya, toh surga gak berpindah dan tetap berada di telapak kaki seorang ibu. *haseeek* 
Hari ini Caraka tepat berusia 2 bulan 15 hari, lagi lucu-lucunya banget diajak ngobrol. Entah gimana bisa anak ini memutar balik hidup saya secara singkat. Saya yang biasanya semangat berburu tiket promo sekarang malah hobby scroll2 hp untuk belanja online perlengkapan baby. Mahmud yang dulunya rajin perawatan wajah sekarang berubah jadi buibuk pake daster yang kucel dan bau amis karna ASI. Hahhahaa tapi saya menikmatinya, apalagi moment menyusui ketika mata Raka menatap saya sambil senyum, aduh meleleh sekejab mamaibumu ini nak!
So belakangan ini saya jadi demeeen banget memotret dan merekam segala tingkah laku Caraka, beratnya yang sekarang mencapai 6 kg membuat saya semakin semangat memberinya ASI. Segala kelucuannya memenuhi hp dan mirorless saya setiap harinya. Gak sabar untuk ajak Raka traveling bareng, saya belum tega membawanya terlalu jauh sampai nanti diusianya yang ke 6 bulan. Doakan cah lanangnya mamaibu ini sehat terus yaa kaaaaak!! 
Sebagai penutup, boleh dong pamer foto-foto kegantengannya Caraka?! Ihihihii, enjoy…………….. 
Nyeri dan sakit pasca operasi langsung hilang ketika bertemu Raka :*
Look! He’s so adorable aaaaaaaaaaaaaaaak!
Ayahbabe nya jadi gemes dan terus memotret Raka yang baru 1 hari
Itu pipi loh, bukan Bakpau >,<
Gembul! Iya, bulan ini berat badannya naik drastis!
Tatapan yang tiap hari  bikin meleleh UUuuuuuu
Btw iniloh arti dari nama Caraka Pradipta Mohamadi >>>
Caraka: Pengembara
Pradipta (pratama + dipta) : Putra pertama yang cemerlang
Mohamadi (diambil dari nama ayah) : Berkah dan anugerah dari Allah

26 Comments

Add yours
  1. 21
    Slamsr

    hai caraka, salam kenal sama Fatih ya….umurnya hampir sama.. 3 bulan pas tanggal posting artikel ini.
    sama juga, memory handphone jadi penuh sama foto si kecil.
    yang lucu, rambutnya hampir sama juga, kaya upin, tebel di pucuk kepala
    salam

+ Leave a Comment