Seberapa Suka Kamu Dengan Sydney, Put?!


Kalau ditanya orang lain mengenai pendapat saya tentang Sydney, sepertinya akan sangat sulit untuk dijelaskan. Apalagi kalau ditanya, seberapa suka put?! Duh dilema besaaar. Mungkin bagi pribadi yang mencintai sebuah keteraturan dan tatanan kehidupan yang rapi, kota ini sempurna. Kenapa?! Karena kalian Gak perlu takut diserobot seperti ketika mau turun dari commuterline di Stasiun Tanah Abang. Kalian gak akan pernah datang terlambat cuma gara-gara kendala transportasi, semua tepat dan teratur ditiap menit bak rotasi bumi. Tapi sayangnya bagi saya yang-kadang-berjiwa ‘pemberontak’ mudah sekali untuk merasa bosan.

Awas jangan baper kalo datang sendirian ya…

Mungkin karena saya besar di Jakarta, Ahhh… bahkan sewaktu-waktu saya kangen dengan asap kopaja. Dengan berbagai perasaan waspada dan takut akan banyak hal, paling tidak dengan begitu saya jadi lebih sering berdoa, meminta. “Ya Allah semoga gak macet, ya Allah semoga di terminal gak ada yang jail”. Beda dengan Sydney yang Polisi dan City Rangernya ada ditiap sudut kota, semua jadi flat dan ngebosenin (so bikin jarang ‘meminta’). Tapi bukan berarti saya nggak betah ya, karena selain perasaan flat tadi juga ada beberapa hal yang membuat di kota ini menjadi begitu nyaman.. Yakni perasaan merasa begitu dihargai dan atmosfer malamnya.

Ketika baru tiga hari sampai dan belum begitu beradaptasi dengan cuaca Sydney yang kala itu begitu terik dan berangin. Saya sempat drop dan jatuh setengah sadar karena mendadak si baby bikin tekanan darah saya menurun drastis. Saya dan Fahmi berada di Sydney Opera House yang sedang begitu ramai. Dalam hitungan detik seorang security menghampiri kami untuk menolong. Mungkin karena bapak security ini melihat saya berhijab, sehingga setelah memberi air putih ia segera memanggil kawan perempuannya untuk membantu. Ibu security ini bantu menenangkan dengan amaaat sangaaat ramaah, menyapa serta memberi ucapan selamat atas kehamilan. Dan bahkan setelah saya kembali segar ia tetap memaksa agar saya meminum lemon juice yang diberinya supaya lebih bertenaga. That’s moment will be always touching me. Masyaallah ;))

Kencan sambil ajak junior refreshing 🙂
Lihat ferry mondar-mandir jadi begitu mudah 
atau main sama burung yang angkuh tapi ngangenin
biar dibilang hits, hehe
Bukan hanya itu, masih banyak pelayanan-pelayanan publik tanpa pandang paspor yang kami terima dengan baik di kota ini. Toleransi seperti dijunjung begitu tinggi, tanpa memandang kami imigrant ataupun penduduk asli. Rasanya ingin deh memindahkan semua pelayanan serta keramahan ini ke tanah air, paling tidak cap sebagai negara yang penghuninya ramah-ramah itu bukan hanya sekedar stempel. 

Sydney ini menurut saya mirip-mirip dengan kota Bandung. Sama-sama bisa memberi banyak kesenangan dengan  banyak taman, kuliner dan tempat wisata. Jadi ya ada banyak alternatif yang bisa saya pilih kalau-kalau sedang merasa bosan. Jalan kaki sedikit atau naik train sebentar aja, saya dan Mas Bojo udah bisa kencan liat lampu-lampu malam kota yang indah di Sydney Opera House kayak gini.
atmosfer malam yang akan saya rindukan sekali
kapan ya Ancol kayak gini :)))
So, intinya seberapa saya suka dengan Sydney tetap sulit untuk saya presentasikan, karena bagaimanapun saya anaknya pro sama lagu Tanah Airku-nya Ibu Sud banget :


Walaupun banyak negeri kujalani…
yang mahsyur permai dikata orang..
Tetapi kampung dan rumahku..
Di sanalah kurasa senang…
Tanahku tak kulupakan…
Engkau kubanggakan…. 

22 Comments

Add yours
  1. 4
    Husna Risalah

    Buat yang belum pernah ke Sydney (kaya saya) pasti bakal bilang "ini negara asik banget" liat foto-foto di IG, facebook nya fahmi and also your blog about sydney, it's so awesome. Saya masih tetap mimpi bisa ke Aussie so that i feel the same dengan apa yang kamu rasain di Sydney. Keep healthy, put 🙂

  2. 10
    fanny fristhika nila

    bener mbak put.. semakmur apapun di negri org, nth kenapa perasaan sayang ke Indonesia ttp slalu yang nomor 1 :).. itu kalo buatku.. apalagi kalo dgrin lagu2 kyk Indonesia tanah air beta saat kita lg di LN, duuuh, bawaan terharu, pgn pulang, kgn 😀

  3. 20
    arikus

    Burung-burung bisa begitu dekat dengan kita ya Mba, coba kalo di Indonesia..bisa masuk warung lho, jadi burung goreng bersama penyetan..semoga Indonesia bisa seperti Australia kemajuannya kelak..salam kenal Mba

+ Leave a Comment