My Unbelievable Travelmate


“Sebenernya ngapain sih, kita datang ke sini?!”
Mendadak muncul pertanyaan aneh dalam kepala saya, ketika hendak menyebrang serta menunggu lampu tanda untuk pejalan kaki berubah hijau di persimpangan Ultimo Road dan George Street, Sydney CBD. Seperti biasa, Sydney yang langitnya baru akan gelap ketika pukul 9 malam ini terlihat sangat sibuk di jam pulang kantor. Saya malah baru berangkat menuju restaurant tempat saya bekerja, yang letaknya perlu berjalan kaki selama 15 menit dari apartemen. 46 hari sudah saya dan suami berada di kota terbesar di Australia ini, menjalani rutinitas yang berbeda jauuuuuh dengan rutinitas nyaman di tanah air. Tidak lagi bekerja kantoran dan duduk di belakang monitor dengan santai, melainkan sebagai ‘kuli’ alias tenaga kerja serabutan..
<3 <3
Bisa dibilang travelmate seumur hidup saya (yakni suami) selalu menarik saya untuk meninggalkan titik nyaman yang diidam-idamkan seorang istri pada umumnya. Ya! Percaya atau tidak, itulah sosok seorang Rijal Fahmi Mohamadi. Memiliki travelmate seperti dirinya harus selalu siap dengan bentuk-bentuk hidup yang mengejutkan, tidak biasa, nekat. Tapi melepaskan titik nyaman bukan berarti tidak hidup bahagia bukan?! Seperti saat ini dimana kami berdua berusaha untuk survive di Negeri Kangguru. Meninggalkan kerabat dekat, keluarga, pekerjaan ‘keren’ dan masa depan yang ‘cerah’ yang mungkin mampu menjadikan keluarga kami sebagai keluarga kecil idaman.
Tapi Fahmi justru menciptakan mimpi-mimpi yang bahkan mungkin tidak terlintas di kepala para suami lainnya. Resign dari pekerjaan di H-7 sebelum pernikahan, backpackmoon panjang dengan rencana yang serba impulsif, hingga kami mendadak hidup 3 bulan lamanya di sepetak kamar kost di kota Bandung tanpa pekerjaan tetap. Alasannya sederhana, bosan, kurang menantang, butuh udara segar, di Bandung banyak cilok.
Big questionnya adalah, TAPI KOK SAYA MAU?! Padahal saya tahu jelas bahwa Fahmi terlalu cerdas untuk meninggalkan karier programmingnya, urusan mencari uang ia selalu optimis. Bisa saja saya menikmati rumah yang diberikan kepada kami beserta isi hingga akomodasi transportasinya, hidup nyaman di rumah yang luas. Bisa saja saya memaksanya untuk menetap dan hidup normal dengan nyaman. Menerima gaji setiap bulan, punya dapur idaman serta barang elektronik yang bisa dinikmati ketika santai. Menata rumah dengan funiture selera masa kini. Jujur saja sebagai mamah muda sayapun masih memiliki naluri tersebut.
Gak apa deh gak punya rumah, yang penting gak kurang piknik. hhee
Mungkin hidup saya sebelum bertemu dengannya terlalu flat, sehingga Tuhan menghadirkan sosoknya untuk membuat hidup saya lebih berfrekuensi. Duh… Entahlah. Tapi saya berfikir bahwa, melewati perjalanan serta konsep hidup yang berbeda bersamanya rasanya lebih mahal harganya ketimbang saya sibuk berusaha untuk menghentikan langkahnya. Toh saya bersyukur karena dengannya membuat saya ikut haus akan banyak hal, terlebih dalam hal traveling. Mungkin belom waktunya saja, hingga nanti kami berdua cukup kenyang dengan pengalaman. Pokoknya saya mau dapur idaman yang supeeeeerrr syantik!
Seorang teman mengingatkan saya “Kamu sekarang tuh lagi meraih dua nikmat sekaligus yang buat siapapun iri. Tinggal di luar negeri dan menjadi calon ibu” Entah perkataannya yang benar atau memang konsep ‘rumput tetangga jauh lebih hijau’ terlalu eksis?! Saya sendiri bingung. Apapun Alhamdulillah Wasyukurillah…. Bagaimana Fahmi menjadi sosok seorang ayah nantinya, semoga selalu tetap begitu. Yang tidak pernah membiarkan saya kekurangan satu apapun termasuk piknik :p
Blogpost ni ditulis dalam rangka posting bareng teman-teman forum Travel Blogger Indonesia (TBI) dengan tema #UltimateTravelmate. Yuk, dibaca juga postbar yang lainnya ya!

  1. Astrasina Adlina  Menjelajah Sebagian Ambon Bareng Bule Gila
  2. Astin Soekanto  Travelmate, Tak Selalu Harus Bareng Terus Traveling Kemana Mana
  3. Dea Sihotang  Hindari 7+1 Hal Ini Saat Sedang Ingin Cari Teman Jalan
  4. Fahmi Anhar  Teman Perjalanan Paling Berkesan
  5. Indri Juwono  Si Pelari Selfie, Sebut Saja Namanya Adie
  6. Imama Insani  Teman Perjalanan
  7. Karnadi Lim  Teman Perjalanku Dan Kisahnya
  8. Leo Anthony  Travelmate (s), It’s Our Journey
  9. Lenny Lim  3 Hal Tentang Travel-Mate
  10. Liza Fathia  Naqia Is My Travelmate
  11. Mas Edy Masrur  Istriku, Travelmate-Ku
  12. Matius Nugroho  3 Host, 3 Negara, 3 Cerita
  13. Olive Bendon  My Guardian Angel
  14. Parahita Satiti  Rembulan Indira Soetrisno
  15. Puspa Siagian Travelmate: Giga
  16. Putri Normalita   My Unbelievable Travelmate 
  17. Richo Sinaga  Pria Berjenggot Dengan Followers 380K
  18. Rembulan Indira   Ultimate Travelmate: Kakatete
  19. Rey Maulana  Kemana Lagi Berjalan, Kawan?
  20. Sutikno Tekno Bolang  Mbok Jas, Teman Perjalanan Terbaik
  21. Shabrina  14 Signs You Found The Perfect Travel Mate
  22. Taufan Gio  Travelmate Drama, Apa Kamu Salah Satunya?
  23. Titiw Akmar  10 Alasan Mengapa Suami Adalah Travelmate Terbaik
  24. Vica OkCtavia  Sesaat Bersama Supardi 
  25. Wisnu Yuwandono  Teman Menapaki Perjalanan Hidup


39 Comments

Add yours
  1. 5
    Yudi Randa

    akhirnya…. saya bisa sedikit lebih jauh mengenal sosok yang "awesome" ini.
    kesan pertama pas ketemu sepintas kemarin di museum tsunami, bang fahmi bener2 "Aneh" gayanya yang bener2 sederhana habis, ngomongnya yang pelan.. tapi dia mampu nularin semangat utk tetap ngeblog dan nggak mengkerdilkan blogger kampung macam saya.. aaaah.. andai punya banyak waktu duduk bersama di warung kopi 🙂

  2. 6
    Ang Leonard Anthony

    Pasangan ini emang super. Ga nyangka dari sosok kalian yang terlihat pendiam ternyata punya keberanian yang super luar biasa. Sehat selalu disana untuk kalian bertiga :))

  3. 7
    Puspa Siagian

    Sehat-sehat terus Kakak berdua, dan yang lagi di dalam perut hehe. Kita belum pernah ketemu sebelumnya, semoga bisa ketemu di.. Oz ya Kak 😀

  4. 8
    astin soekanto

    comfort zone will kill us, Put.
    dalam level yg lebih rendah, aku jg mirip Fahmi Kucing. resign krn bosen. resign krn pengin jalan2 ke Flores-Maluku. tp klo untuk se-extrem kucing aku blom berani. hahaha

  5. 22
    Matius Teguh Nugroho

    Tetap semangat, Put! Nikmati aja keseruan hidup kalian saat ini, gue yakin ilmu dan pengalaman yg didapat worth the price buat karakter. Di mana karakter adalah bekal utama dan pertama untuk kalian nanti membina anak-anak 🙂

  6. 29
    Gio | Disgiovery

    Kalau dilihat2 senyum kak Fahmi fotogenik ya, bisa dijual tuh Put buat buzzing pasta gigi atau permen penyegar mulut atau mungkin lipstik? 😉

    Btw senang melihat kebersamaan kalian, moga langgeng yaaaa! Aamin!

  7. 31
    fanny fristhika nila

    akupun salut ama kalian berdua 😀 ..berani ninggalin kehidupan nyaman, utk kerja di negara org begini.. sbnrnya sih ada prinsip kalian yg aku jg setuju, kyk mnding ga punya rumah, mobil ato brg2 ga ptg lainnya asal bisa traveling selalu.. aku juga gitu kok.. tapiiiii, kita berdua ga bisa utk ninggalin pekerjaan mapan yg skr 😀 Ga berani sih lebih tepatnya.. bisa jd krn udh ada anak juga..makanya kita lbh mikir ksana.. jd skr ini, traveling ttp jalan, tapi kerjaan kantor kita masih pertahanin..gpplah jalan2nya setahun sekali..yg ptg tiap thn ada ;p

  8. 32
    Putrinyanormal.com

    Memang konsep hidup kami mah gak baik untuk ditiru mbak, hehee
    Alhamdulillah, hidup dengan merasa cukup memang sangat membahagiakan. Someday kami juga bakal menetap meski belum tau kapan dan dimana :))

+ Leave a Comment