Kiama Blowhole, Tempat Dimana Laut Bersuara


Merugilah bagi kami para babu yang tinggal di Sydney tapi nggak main kemana-mana jika hari Minggu tiba. Karena hanya pada hari minggulah kami nggak perlu pusing untuk mikirin biaya transportasi kalau kita mau piknik. Iya, spesial di hari minggu biaya penggunaan baik kereta, bus dan trem dibatasi maksimal menjadi A$2,5 saja, seharian bebas mau berapa kalipun taping si Opal Card. Nah makanya gak heran kalau mendadak semua destinasi wisata jadi ramai oleh para pelancong. Nah mumpung murah, sebaiknya pilih destinasi yang agak lebih jauh, misalnya seperti Kiama (dibaca Kayama) yakni kota kecil di pinggir laut yang terletak 120 km sebelah selatan Sydney.
Semburan air laut di Kiama Blowhole
Butuh waktu hampir 2 jam bagi kami yang berangkat dengan train South Coast Line dari Central station, untungnya ada toilet jadi saya yang anaknya beser banget kalo di jalan merasa aman hehee. Tiba di Kiama station, ternyata suasana kota kecil ini menyenangkan banget. Gak banyak orang yang lalu lalang dan bangunan tinggi, ini yang bikin saya dan mas bojo betah banget tinggal di Sydney. Karena bisa dengan mudah ngedapetin suasana yang nyaman hanya dengan berkunjung ke kota-kota kecilnya saja (walaupun di city juga tetap nyaman sih). Udaranya yang seger banget bikin asik untuk berjalan kaki menuju tujuan utama kami, yakni Kiama Blowhole.
Dari train station menuju pesisir tidaklah terlalu jauh, karena jalur kereta yang memang berada di pesisir sehingga menyuguhkan kami pemandangan cantik yang bisa dinikmati dari dalam kereta. Belum sampai di Blowhole, saya sudah loncat-loncat kegirangan karena menyaksikan lansekap yang cakeeeeep banget. Nggak heran kalau Kiama ini dikenal sebagai Tidy Town (kota yang rapi) dan menjadikan burung Pelikan sebagai simbolnya.

Jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi, taman rumput yang luas bersanding dengan view laut yang meniupkan ombaknya ketepian, membuat pemandangan yang kami dapatkan semakin sempurna. Ditambah lagi dengan city view kota kecil ini yang begitu aduhai dari kejauhan, bener-bener suasana ‘luar negeri’ banget (mahmud norax). So, capek dan penat seminggu ngebabu langsung deh hilang seketika, xixiixi 

(Baca Juga: Main ke Bondi Serunya Ngapain Ya?!)
Aaaahh suka banget sama viewnya <3

viewnya kaya di luar negeri banget yes?! *lhaaa emang iya*
Pokoknya someday mauk kesini lagi!!
Untuk menuju atraksi andalan kota ini yakni Blowhole, kalian hanya perlu menemukan sebuah menara tinggi berwarna putih, maka di sanalah pintu masuknya berada. Sesuai dengan namanya, fenomena alam ini berupa sebuah lubang batuan karang, yang secara rutin menyemburkan air laut dengan tinggi yang bisa mencapai hingga 25 m. “Kiama” sendiri merupakan kata dari bahasa Aborigin yang berarti “Tempat dimana laut bersuara”, nah di blowhole inilah kalian bisa mendengar deruan ombak yang begitu nyaring terdengar hingga akhirnya menyemburkan air laut dengan tinggi. Mirip-mirip seperti The Devil Tears di Nusa Lembongan deh guys.
Dan ternyata blowhole di Kiama ini merupakan blowhole terbesar di dunia, wohooooo pantesan aja ya rame. Kerennya lagi gak perlu bayar untuk nikmatin semua keindahan serta fenomena langka kayak gini, alias GRATIS! Jadi yang bilang jalan-jalan di luar negeri (Sydney) itu mahal?! Bohooong kak, pulang-pergi cuma A$2,5 aja loh  >,<
Ketika kami sampai blowhole terlihat sudah dikelilingi oleh para pelancong yang kebanyakan keluarga, seru deh ketika mendengar deruan ombak yang santer terdengar ditambah teriakan para anak kecil yang heboh sendiri, belum juga air menyembur mereka udah histeris duluan, kalian lebay dek! Hahaha. Sayangnya kedatangan kami hanya disambut dengan ombak yang tidak terlalu besar, jadi air mancur yang keluarpun tidak terlalu tinggi. Hanya sewaktu-waktu saja air mendadak muncul lumayan tinggi dan membasahi para pengunjung di dekatnya.

the main attraction, Blowhole
hati-hati kamera kena semburannya ya kak!

Byurrr!
Muka bahagia, liburan hemat!
Sampai jumpa Neptunusnya Kiama <3

Butuh kesabaran loh untuk memotret ketika blowhole menyemburkan air, momentnya yang mendadak bikin kalian harus selalu siap siaga shutter. Semua foto diatas Fahmi yang ambil, masnya sempet kesel karena ketika gilliran nggak siaga, air malah meluncur tinggi ke langit. Hhuhuuh nasip. But over all Saya, Fahmi dan Velyz menikmatinya, karena sebelumnya ramalan cuaca hari itu diperkirakan bakal hujan dan berawan. Namun secara ajaib ketika kami sampai di Kiama langit langsung bersih dan biru, gak kebayangan kalau hujan, sia-sialah perjalanan 2 jam kami  dari Sydney. hihii Hamdalaaah ya kakaak! Ditunggu cerita berikutnya :)))))))

(Baca Juga: 10 Hal Menyenangkan Yang Bisa Dilakukan di Sydney)

41 Comments

Add yours
  1. 6
    fanny fristhika nila

    cakeeep mbak… eh tapi di pantai klayar juga ada yg bgini, seruling samudra namanya.. ga segede blowhole sih, tapi suara airnya kenceng dan semburannya bisa 10 meter.. yg di klayar aja sensasinya bikin merinding pas kedengaran suara melengkingnya trs semburan air.. ngerasa air dibawah bakal meledak ke atas ;p

    apalagi yg blowhole ini ya.. secara jauh lebih gede..

  2. 13
    Antonius

    keren abiss.. yang lebih enaknya fasilitas pemerintah disana ya. memberikan fasilitas yang nyaman dan murah. semoga di indonesia juga dapat seperti itu. membuat semua golongan dapat menikmati hiburan yang murah meriah. thanks for sharing with us

  3. 25
    Sharon Loh

    Whoaaaa keren banget Blow Hole nya! Pingin banget nih ke Aussie. Banyak banget tempat menarik yg pingin dikunjungi hehehehe. Tadinya kirain mahal banget, tapi kyknya yg mahal kl di kota ya kyk ngafe atau jajan2 cantik.

    Someday <3 <3

  4. 28
    iluh

    itu ombak sampai naik ke atas mirib banget sama objek wisata water blow di kabupaten badung bali. keren banget deh apalagi kena percikan airnya. hehehehe…

  5. 34
    Nasirullah Sitam

    Semburan airnya mirip pantai di Jatim tapi ini lebih besar. Salutnya sudah dibatasi pagar, jadi kita secara tidak langsung sudah diingatkan batasan agar tidak melewati pagar.

    Wah salam buat mas Fahmi, dan semoga setahun di Australia dapat menyenangkan 🙂

+ Leave a Comment