Kencan Sama Alam


Suatu bukit di pantai Tangsi Lombok, 27 maret 2013


Sedang merindu kencan dengan alam, memandang biru-kehijauan, hijau-kekuningan, segala warna semesta.
Alam tak pernah berhenti bertasbih pada Tuhan, katanya. 
Oh pantaslah mereka mengagungkan.
Saya orang yang mudah sekali terpancing rindu, bahkan dalam sekejap waktu hilang tatap.
Yang saya rindu kebanyakan hal-hal yang sederhana saja, tapi akut sekali.
Rindu awan-awan yang cantik terabadikan lensa kamera, rindu wangi laut di bulan maret, rindu lihat penggembala tepuk punggung kerbau, rindu bunga kuncup-kuncup di tepi jurang.
Saya punya mimpi, memiliki rumah yang bisa menatap sempurna matahari yang terbit dan tenggelam. 
Saya bisa rindu dia terbit ketika waktunya tenggelam, saya sering rindu dia tenggelam justru ketika dia terbit.
Saya bukan orang yang ambisius.
Saya hanya suka sekali merindu akut.

4 Comments

Add yours

+ Leave a Comment