Ide Aktivitas Belajar Tentang Organ Tubuh Manusia, Free Printable!


Sejujurnya aktivitas belajar tentang Organ Tubuh ini perdana banget, belum pernah sama sekali saya kasih Raka kegiatan tentang tema yang satu ini. Padahal penting banget ya.. tapi ya gimana, sebagai anak IPS gak pede aku tuh kasih materi ini xixixi. Merasa sangat berat aja mempelajari organ serta sistem-sistem yang bekerja di dalam tubuh. Tapi terus nemu kalimat “You don’t need a science degree to teach the human body” eh bener juga ya.. Sebab cara kerja tubuh bisa kita lihat dan rasakan sendiri secara real. Bagaimana cara kita bernafas serta cara kerja kerja lambung ketika mencerna makanan, semua kita lakukan setiap waktu, setiap detik.

Barulah saya belajar tipis-tipis tentang organ tubuh manusia, dan kemudian semangat menyiapkan kegiatannya untuk Caraka dengan harapan bahwa ia bisa mencintai tubuhnya sendiri serta membuktikan keberasan Allah yang menciptakannya. Tema ini memang lumayan kompleks ya, makanya kudu pelan-pelan banget untuk memulainya, jadi untuk upaya perdana ini saya bakal full beri ia informasi serta fakta yang harus raka tau. Yes! Sekedar tau dulu aja anaknya, setelah itu diulang-ulang supaya ingat dan terus nempel di kepalanya.

Sebenarnya kami udah lumayan lama punya buku Look Inside Your Body dari Usborne, tapi seperti dugaan saya anaknya belum keliatan tertarik ketika saya bacain bukunya. That’s why untuk langkah awal, kegiatan belajarnya harus memikat ketertarikannya pada tema ini.

Berikut kegiatan-kegiatan yang sudah saya siapkan dan didisplay di kamar:

1. Introduction atau pengenalan nama dan fungsi organ tubuh

penampakan rotasi mainan bertema human body

penampakan rotasi mainan bertema human body

Langkah paling awal saya mengenalkan Raka tentang organ tubuh gak lain melalui buku terlebih dahulu, ini salah satu buku yang super lengkap menuliskan beragam fungsi dan cara kerja organ tubuh baik organ dalam maupun luar. Bisa dibeli ya di akun instagram @rumahmainanandio . Untuk menarik minat anak, harus banget untuk memberinya buku-buku menarik semacam ini, karna ada fitur flaps to lift Raka jadi lebih semangat buka bukunya. Meskipun padahal belum paham ya, tapi yang penting dia bisa asik mengeksplore sendiri gambar-gambarnya.

2. Mengenal fungsi dan cara kerja kelima indera

Aktivitas mengenal indra

Aktivitas mengenal indra

Hampir setiap hari bermain sensory play, jadi menurut saya udah waktunya Raka untuk mengenal kelima indra yang dimilikinya. Printable dari totschooling.net ini jadi lembar kerja yang sempurna untuk mengajarkan anak cara membedakan fungsi dari masing-masing indra. Buibu yang mau printablenya bisa didownload disini.

3. Kegiatan menemukan organ tubuh bagian dalam yang tersembunyi

Aktivitas menemukan organ dengan kuas dan minyak

Aktivitas menemukan organ dengan kuas dan minyak

Kegiatan ini udah beberapa kali saya kasih ke caraka, percobaan pertama anaknya gak tertarik malah bilang serem wkkwkw. Tapi setelah dibacain buku dan dikasih pemahaman bahwa itu bukan hal yang harus ditakuti akhirnya Raka mau mencoba mengambil kuas dan mengoleskan minyaknya. Setelah main (yang baginya) mini games ini, ia mulai sadar bahwa dibalik kulitnya dan di dalam tubuhnya ada sesuatu yang tidak terlihat. Printablenya saya download dari instagram @mutlucocukoyunlari yang bisa didownload disini.

4. Memasang atau menempel bagian dalam organ tubuh

Aktivitas menempel organ tubuh

Aktivitas menempel organ tubuh

Raka suka banget sticker, makanya saya rajin kasih ia kegiatan tempel menempel dalam berbagai tema belajar. Terdapat satu lembar gambar yang sama yang bisa dijadikan contoh atau panduan supaya Raka bisa menempelkan setiap bagian organ dengan tepat. Printable atau sticker-sticker gratis semacam ini banyak loh bisa didownload di aplikasi pinterest. Kalau tertarik pakai yang dari 123kidsfun.com ini bisa didownload disini.

5. Mencocokan organ dalam

Aktivitas menemukan organ yang sesuai

Aktivitas menemukan organ yang sesuai

Kegiatan yang super sederhana karna gak butuh waktu lama untuk raka menempelkannya dengan benar, gak heran sih ya karna anak seusianya memang visualnya kuat banget. Mereka bisa dengan mudah menemukan serta membedakan gambar dalam hitungan detik, tapi kalau memang masih butuh waktu ya gapapa ya buibu.. Bisa terus diulangi lagi. Printable masih dari totschooling yang bisa didownload disini.

6. Menemukan 7 sistem tubuh

Aktivitas menemukan organ tubuh di body layer

Aktivitas menemukan organ tubuh di body layer

Sesungguhnya printable ini bisa dibuat atau dimanfaatkan dengan beragam cara, selain ditumpuk seperti digambar.. Dibuat lift flaps juga bisa. Kebetulan karna di rumah ada mesin laminator, jadi kepikiran deh untuk membuat body layer yang dirangkai sedemikian rupa. Cara memainkan/mempelajarinya juga beragam, sementara saya gunakan kancing-kancing untuk Raka menemukan layer tubuh yang sesuai. Dan tentu saja masih saya bantu membacanya ya buibuk xixixi. Printable juga dari totcshooling yang bisa didownload disini.

7. Mencocokkan puzzle

Aktivitas mencocokan organ tubuh

Aktivitas mencocokan organ tubuh

Aktivitas terakhir yang kami mainkan ini berupa puzzle, saya masih harus membantu Raka membacakan kata-kata atau nama organ yang tertulis di salah satu potongan puzzle. Tapi Hamdallah anaknya gak mengalami kesulitan untuk mencocokan gambarnya. Link printablenya satu paket dengan kegiatan no. 5 ya buibu.

***

Karna masih masa penjajakan alias PDKT sama tema yang satu ini, jadi printable saya laminate semua supaya bisa awet dan dipake berulang-ulang. Bisa paperless juga karna gak perlu ngeprint-ngeprint lagi ya gengs… Karna masih punya stock velcro (perekat), jadi beberapa juga saya tambahin velcro. Kami belum punya figurine-nya nih, padahal seru banget ya pasti kalo mainnya pake Toobs. Semoga aja rejeki buat beliin Raka figurine body organs, amiiin!

Setelah ngenalin Raka dengan nama-nama setiap organ tubuh, otomatis bakal menjelaskan fungsi serta cara kerjanya dong?! Meskipun nanti kali ya usia SD anaknya bisa semakin mudah memahaminya, tapi saya mau mulai ngumpulin dulu materinya. Nah sebelum saya mengakhiri artikel ini, berikut beberapa uraian sederhana dari ACLS Training Center mengenai sistem dalam tubuh, semoga bermanfaat!

Panduan Studi untuk Sistem Tubuh

Sistem organ merupakan kumpulan organ, bagian tubuh dan jaringan yang bekerja bersama untuk tujuan bersama. Misalnya, masing-masing tulang Anda adalah bagian dari sistem kerangka; mereka bekerja secara kolektif untuk memberikan dukungan dan gerakan sehingga Anda bisa berjalan dan berlari. Tulang Anda juga bekerja bersama untuk melindungi organ internal penting Anda, seperti jantung, paru-paru, dan otak. Sistem organ lain yang ada di tubuh Anda adalah sistem peredaran darah, pernapasan, otot, pencernaan, integumen, endokrin, reproduksi, dan saraf. Semua sistem ini memiliki fungsi spesifik tetapi mereka tidak dapat berfungsi secara independen, artinya mereka bergantung pada semua sistem lain untuk bekerja dengan baik. Setiap sistem sangat penting dan setiap orang memilikinya. Di bawah ini Anda akan menemukan gambaran singkat dari setiap sistem tubuh bersama dengan tautan pendidikan yang bermanfaat untuk orang dewasa dan tautan pengajaran untuk guru.

Sistem sirkulasi (Circulatory System)

Adalah sistem peredaran darah yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang mencakup semua arteri, vena, dan kapiler. Arteri membawa darah beroksigen jauh dari jantung, dan vena mengembalikan darah terdeoksigenasi kembali ke jantung. Tujuan utama sistem peredaran darah adalah untuk mengangkut darah, oksigen, nutrisi dan hormon ke dan dari berbagai sel dan jaringan di seluruh tubuh. Sistem ini bekerja bergandengan tangan dengan sistem pernapasan untuk memfasilitasi pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam darah per alveoli di paru-paru. Ini juga sangat penting untuk menghilangkan limbah dan racun di dalam tubuh melalui sistem pencernaan dan kemih.

Sistem pernapasan (Respriratory System)

Sistem pernapasan terutama terdiri dari trakea, bronkus, bronkiolus, alveoli, paru-paru dan diafragma. Fungsi utamanya adalah untuk menyerap oksigen melalui inhalasi (inspirasi) udara dan untuk mengeluarkan karbon dioksida kembali ke atmosfer melalui pernafasan (ekspirasi). Proses ini biasa disebut ventilasi, atau dikenal sebagai pernapasan, yang memfasilitasi pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara paru-paru dan atmosfer. Di dalam paru-paru, oksigen dan karbon dioksida ditukar melalui alveoli, yang merupakan kantung udara kecil tempat aksi ini terjadi. Selama proses ini, darah yang baru teroksigenasi dipompa melalui sistem peredaran darah melalui jantung ke semua sel, jaringan, dan organ di seluruh tubuh.

Sistem Kerangka (Skeletal System)

Sistem kerangka terdiri dari 206 tulang secara total dan terdiri dari beberapa jenis tulang yang berbeda seperti panjang, pendek, rata, tidak beraturan dan sesamoid. Ini juga terdiri dari semua sendi, tulang rawan, tendon dan ligamen di dalam tubuh. Fungsi utama dari sistem kerangka adalah penggerak, dukungan tubuh, dan perlindungan organ-organ internal seperti otak, jantung, dan paru-paru. Tulang juga bertanggung jawab untuk produksi sel darah merah, trombosit dan sebagian besar sel darah putih. Mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan fosfor juga disimpan di dalam tulang, dengan 99% kalsium tubuh disimpan di sini.

Sistem Otot (Muscular System)

Sistem otot terdiri dari 650 otot rangka, halus (visceral), dan jantung (miokardium). Fungsi utama sistem ini adalah gerakan, stabilisasi sendi, pembentukan panas, pemeliharaan postur, dan fasilitasi sirkulasi darah. Otot rangka terhubung ke tulang dan bekerja bahu-membahu dengan sistem rangka untuk mengontrol gerakan sukarela seperti berjalan dan berlari. Otot polos adalah otot tak sadar yang bertanggung jawab atas kontraksi otot berongga yang meliputi perut, usus, kandung kemih, dan rahim. Otot jantung adalah otot tak sadar yang hanya ditemukan di jantung dan memperlancar sirkulasi darah dengan memompanya ke arteri utama dan keluar ke dalam tubuh melalui sistem peredaran darah.

Sistem Pencernaan (Digestive System)

Sistem pencernaan terutama terdiri dari saluran pencernaan (pencernaan) yang meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, dan usus besar (usus besar). Hati, kantong empedu, dan pankreas juga merupakan bagian dari sistem ini dan bertanggung jawab untuk berkontribusi pada pemecahan kimiawi makanan yang dicerna. Fungsi utama dari sistem pencernaan adalah pencernaan, penyerapan dan pembuangan limbah. Pencernaan adalah pemecahan makanan dengan proses mekanis dan enzimatik menjadi zat yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Penyerapan terjadi terutama di usus kecil dan merupakan proses di mana vitamin, mineral, karbohidrat, lemak, dan protein diteruskan ke darah untuk energi. Nutrisi yang tidak tercerna dan tidak berguna dari makanan melewati usus besar dan dihilangkan sebagai limbah. Usus besar juga merupakan tempat sebagian besar air dan natrium diserap ke dalam tubuh untuk digunakan.

Sistem saraf (Nervous System)

Sistem saraf terdiri dari dua bagian utama: sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf tepi (PNS). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan bertindak sebagai sistem kontrol utama bagi tubuh. Sistem saraf tepi terdiri dari semua saraf dan ganglia (gugus sel saraf) yang ditemukan di luar sistem saraf pusat; perannya adalah menerima informasi dari berbagai rangsangan dan mengirimkannya ke otak. Tujuan utama sistem saraf adalah memahami informasi dari dalam tubuh dan / atau dari lingkungan luar (PNS) dan menentukan bagaimana tubuh merespons setiap perubahan (SSP). Contohnya adalah menusuk jari Anda dengan jarum, tubuh Anda akan segera menarik jari Anda sebagai respons langsung terhadap rangsangan yang menyakitkan. Sistem ini juga mengatur fungsi tubuh dasar seperti pernapasan, tekanan darah, pencernaan, dan kontrol suhu tubuh.

Sistem endokrin (Endocrine System)

Sistem endokrin terutama terdiri dari hipotalamus, tiroid, paratiroid, hipofisis, tubuh pineal, kelenjar adrenal, pankreas, dan kelenjar reproduksi. Fungsi utama dari sistem ini adalah untuk membantu mengatur dan memelihara berbagai fungsi tubuh dengan melepaskan hormon ke dalam aliran darah untuk mempertahankan homeostasis. Homeostasis adalah kondisi menjaga keseimbangan dalam tubuh dalam kaitannya dengan lingkungan luarnya dan sangat vital bagi kehidupan. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar, atau kelenjar, untuk mempengaruhi bagian lain dari tubuh. Bersama-sama kelenjar ini bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan perkembangan, pernapasan dan detak jantung, reproduksi, metabolisme, suasana hati, tidur, fungsi jaringan, pencernaan, pelepasan insulin, dan banyak lagi.

Sistem Integumentary (Integumentary System)

Sistem integumentary terdiri dari kulit, keringat dan kelenjar minyak, kuku, dan rambut. Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh dan terdiri dari tiga lapisan: epidermis, dermis, dan jaringan subkutan. Sistem ini melakukan beberapa fungsi yang vital untuk mempertahankan homeostasis. Fungsi-fungsi ini adalah: melindungi organ dan jaringan internal tubuh; perlindungan dari dehidrasi dengan membantu mempertahankan cairan tubuh; perlindungan dari organisme menular; mempertahankan suhu tubuh yang konsisten dengan kehidupan; tempat reseptor untuk tekanan, sensasi, nyeri, dan suhu; ekskresi bahan limbah melalui keringat; menyimpan lemak, air, dan glukosa; produksi vitamin D. Rambut bertanggung jawab untuk membantu melindungi kulit dari radiasi ultraviolet, sementara kuku membantu melindungi dari cedera dan memberikan dukungan untuk ujung jari tangan dan kaki.

Sistem Urin / Ekskresi (Urinary/Excretory System)

Sistem kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Ginjal menyaring dan mengeluarkan cairan ekstra, racun dan limbah dari aliran darah dalam bentuk urin. Setiap hari sistem ini menghasilkan setidaknya 1 hingga 2 liter urin. Fungsi utama lain dari sistem kemih adalah mempertahankan keadaan relatif homeostasis tubuh dengan menjaga kadar elektrolit dalam keseimbangan, memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah, dan membantu menjaga kesehatan tulang dengan mempertahankan jumlah fosfor dan jumlah yang tepat. kalsium di dalam tubuh.

Sistem limfatik (Lymphatic System)

Sistem limfatik terdiri dari pembuluh limfatik, amandel, kelenjar gondok, kelenjar limpa dan timus. Pembuluh limfatik mirip dengan kapiler dan vena sistem peredaran darah dan terhubung ke ratusan kelenjar getah bening di dalam tubuh. Kelenjar getah bening memproduksi dan menyimpan sel-sel yang melawan infeksi dan penyakit. Amandel mengambil bakteri dan virus yang masuk melalui mulut dan hidung dan dianggap sebagai garis pertahanan pertama untuk sistem kekebalan tubuh. Limpa adalah organ limfatik terbesar dan bertanggung jawab untuk memproduksi sel darah merah dan putih dan membantu mendeteksi mikroorganisme, virus, dan bakteri berbahaya di dalam darah. Sebagai bagian dari sistem kekebalan, fungsi utama sistem limfatik adalah untuk mengangkut cairan penangkal infeksi yang jernih dan tidak berwarna yang disebut getah bening, yang mengandung sel darah putih, ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfatik. Fungsi lain dari sistem ini adalah menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak dari sistem pencernaan dan memindahkannya ke aliran darah, mengembalikan kelebihan protein dan cairan interstitial ke darah, dan membantu membersihkan tubuh dari produk sampingan beracun.

Sistem reproduksi (Reproductive System)

Sistem reproduksi pada pria terdiri dari penis, skrotum dan testis dan pada wanita itu terdiri dari ovarium, saluran tuba, rahim, vagina, payudara dan kelenjar susu. Bersama-sama ada empat fungsi utama dari sistem reproduksi: produksi hormon seperti testosteron, progesteron, dan estrogen; produksi sel telur dan sperma; rezeki dan transportasi sel-sel ini; dan pengembangan dan pengasuhan anak. Sistem ini sangat penting untuk kelangsungan hidup spesies manusia melalui penciptaan kehidupan baru.

Sumber: https://www.acls.net/study-guide-body-systems.htm

+ There are no comments

Add yours