Peran Orang Tua Pada Pendidikan Anak Zaman Now

8/08/2018 06:04:00 PM

Bagi saya melahirkan seorang anak berarti melahirkan sebuah peradaban, menghadirkan generasi yang mungkin kelak dapat memperbaiki dunia ini. Tentunya, untuk menghadapi tanggung jawab sebesar itu gak mungkin bisa dilakukan dengan mudah. Yuph memang susah sih, tapi bukan berarti tidak menyenangkan bukan? Karna dibalik tanggung jawab yang besar, sungguh ada jutaan kebahagiaan yang lahir bersamaan dengan hadirnya seorang buah hati dalam kehidupan orang tuanya. Seperti lahirnya Caraka yang hadir dikehidupan kami yang membawa bahagia tak terperih, kesenangan tanpa batas dan limit. Sadar akan besarnya tanggung jawab sebagai orang tua, mengajak saya dan suami untuk terus belajar tentang dunia parenting. Karena kami punya prinsip; Gagal dalam berbisnis gak apa-apa, gagal berangkat liburan juga gak masalah, tapi amit-amit jangan sampai gagal dalam mendidik anak. *tsaaaah kibas hijab*

Belajar sambil bermain di Perpustakaan Nasional
So do you believe that raising children is raising ourselves?! Kalo saya percaya banget, karena darimana kami punya tekad untuk belajar parenting kalo bukan karena besarnya kasih sayang pada Caraka. Artinya gak selalu anak yang belajar dari orang tua yaaa, karena kita para orang tua juga dapat banyak belajar dari dan untuk anak. Hal pertama yang kami tanam dan selalu ingat adalah, kami harus menjadi pihak pertama dalam pembentukan kepribadian anak. Karena sesungguhnya sekolah bukanlah satu-satunya tempat anak belajar serta mendapat pendidikan. Melainkan rumah atau keluargalah yang menjadi tempat pertama untuk anak mendapatkan modal mengembangkan dirinya di sekolah bahkan dunia.

Dalam post kali ini saya akan membagikan rangkuman pemahaman, tips serta point-point mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Semua materinya saya dapat dan pelajari melalui berbagai sumber seperti internet, buku parenting serta wawasan dari komunitas parenting yang saya ikuti. Karena saya percaya, dengan menulis ilmu tidak akan berhenti dan mati, bahkan menjadikannya abadi.

Peran Seperti Apakah Yang harus Dilakukan Orang Tua?

1. Membangun Pondasi Sejak Dini
Ketika mengunjungi Museum Brawijaya, Malang
Sebelum memasuki usia sekolah, orang tua menjadi guru utama bagi seorang anak. Makanya meskipun Caraka baru berusia dua tahun, saya tetap gak mau santai untuk mengajak/mengajarkan dia kebiasaan-kebiasaan baik di rumah. Kami sebagai orang tua sadar bahwa sesuatu yang ditanam sejak dini akan lebih melekat dalam pribadinya. Ada beberapa pondasi yang bisa dibangun bersama orang tua atau keluarga yakni:

Membangun pola hidup yang sehat
Membangun kenangan bahagia
Membangun kemandirian
Membangun kebiasaan baik
Membangun keterampilan social
Memelihara keingintahuan
Membangun wawasan pengetahuan

2. Menemukan/Mengembangkan Potensi Anak Sesuai Kemampuannya
Mengenal beragam binatang di Batu Secret Zoo
Karena setiap anak memiliki keunikan serta potensi yang berbeda-beda, orang tua diharapkan mampu menemukan potensinya sehingga anak terhindar dari unsur paksaan dalam menjalankan potensi dan bakatnya. Pembimbing saya mengatakan bahwa "Anak bisa enggan melakukan sesuatu (padahal ia berbakat) dikarenakan ia tidak mendapatkan kenyamanan" sebaliknya "anak bisa nyaman melakukan sesuatu (padahal ia tidak berbakat) karena ia nyaman dan memiliki dukungan dari lingkungannya". Hal ini membuktikan bahwa pentingnya pembentukan serta dukungan dari keluarga dalam pengembangan potensi anak. Berikut cara pengembangan potensi anak yang bisa bapak-ibu lakukan berdasarkan kemampuannya:

1. Pengembangan Personal, Sosial dan Emosi
Dapat dilakukan dengan bermain bersama anak, karena disinilah anak mulai belajar menjalin hubungan. Berikan support serta kepercayaan diri agar anak berani untuk mencoba hal-hal baru baik di lingkungannya atau di sekolah. Bantu anak mengelola perasaan, misalnya mengajarkannya bagaimana cara mengontrol emosi ketika sedang marah. Sehingga ia memahami yang mana prilaku yang baik dan buruk.

2. Pengembangan Komunikasi dan Bahasa
Ketika bersama, ceritakan apa yang dilihat dan dilakukan kepada anak sehingga ia dapat belajar menjadi sosok yang mau mendengar dan memahami orang lain. Mengobrol dan bertanya tentang kegiatan yang dilakukan, misalnya ketika sedang menonton tv bersama atau bercerita tentang kejadian di sekolah. Agar anak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sendiri.

3. Pengembangan Fisik
Orang tua wajib mengikuti proses perkembangan fisik dan memberikan stimulasi fisik agar anak dapat tumbuh dan mengontrol anggota tubuhnya dengan aman dan nyaman. Makan makanan bergizi serta tanamkan pola hidup sehat agar anak dapat belajar menjaga kesehatan fisiknya sendiri.

4. Pengembangan Literasi
Ajak anak bermain dengan buku sejak dini. Agar potensinya semakin berkembang, kita sebagai orang tua bisa membacakan buku cerita, mengenalkan huruf, serta mencoret agar dapat menstimulasi motorik halusnya

5. Pengembangan Numerasi
Ajak anak untuk berhitung, kegiatannya bisa dilakukan secara sederhana misalnya menghitung benda yang ada di rumah. Sehingga anak dapat memahami jarak, ukuran, berat serta jumlah waktu.

6. Memahami Dunia
Ceritakan proses kelahirannya sewaktu kecil, merayakan hari keagamaan, sehingga anak mengenali atau tidak asing dengan kesamaan dan perbedaan teman-teman di sekelilingnya. Ajak anak mengamati lingkungan serta unsur-unsur alam  seperti tanaman, binatang, hujan, pelangi, awan dll. Tujuannya agar anak memahami fitur dan perubahan dunia di sekitarnya.

7. Pengembangan Dalam Bidang Seni
Memperdengarkan music yang nyaman, ajak anak mengunjungi pameran atau membuat prakarya di rumah meskipun tidak ada tugas sekolah. Kegiatan ini bertujuan agar anak dapat mengeksplorasi dirinya.

3. Mempersiapkan Anak Menghadapi Zamannya
Berusaha mengenalkan budaya membaca sejak dini
Kemajuan teknologi dan informasi yang serba digital menjadi tantangan paling besar dalam mendidik anak saat ini. Jika bukan kita sebagai orang tua, tentu tidak ada lagi yang mampu untuk mengontrol porsi atau batasan yang harus dipelajari anak. Orang tua diharapkan mampu melindungi anak-anak dari ancaman era digital, namun tetap tidak menghalangi potensi dan manfaat yang ditawarkannya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi digital memiliki manfaat serta resiko yang harus dihadapi.

Resiko yang dimaksud yaitu misalnya seperti; gangguan kesehatan pada mata anak karena terlalu lama menatap layar/monitor hp, anak menjadi susah tidur sebab terpengaruh konten media digital, kesulitan berkonsentrasi sebab penggunaan media digital memiliki efek pada keterampilan mengubah perhatian anak, menurunnya prestasi belajar, mengganggu perkembangan fisik karena terkadang anak sering menahan lapar dan haus, mengganggu perkembangan social atau menjadi pribadi yang lebih mementingkan diri sendiri sehingga sulit bergaul secara langsung, teknologi digital juga dapat menunda perkembangan bahasa anak terutama anak-anak usia 2 tahun kebawah.


Berikut Hal Yang Harus Dilakukan Orang Tua Sebagai Pendamping Generasi Digital
Belajar berenang bersama ayah dan mama
1. Menambah Wawasan 
Bagaimana bisa menetapkan peraturan, kalau kita sendiri gak mengerti apa itu blog atau bagaimana cara menggunakan twitter atau facebook. Jadi mom & dad bisa meluangkan waktu untuk mengamati situs apa saja yang pernah dikunjungi anak.

2. Pinjamkan Anak Perangkat Digital Sesuai Keperluan
Saya biasanya akan pinjamkan Caraka tablet/hp yang kondisi baterainya hanya tinggal 10-20 %, jadi ketika mati ia gak akan bisa menuntut untuk bermain gadget lagi. Alhamdulillah, anaknya jadi paham kapan ia harus berhenti. Ini jadi trik yang sangat efektif untuk menghidarinya menjadi youtube zombie :D

3. Imbangi Waktu Menggunakan Media Digital dengan Interaksi di Dunia Nyata
Karna modernisasi tak terhindarkan, bagaimanapun anak tetap butuh dikenalkan teknologi masa kini, hanya saja orang tua diharap mampu menyeimbangkan porsinya. Orang tua harus mengimbangi paparan media digital dengan mengenalkan kegiatan atau pengalaman dunia nyata seperti aktivitas berkesenian, kegiatan luar ruangan, olahraga, membaca interaktif, musik, permainan tradisional dan lain-lain. Kebutulan karena saya dan suami menjadi penggiat wisata, jadi alhamdulillah Caraka bisa rutin kami ajak traveling.

4. Pilihkan Program/Apps yang Positif dan Bermanfaat
Kita sebagai orang tua perlu menyeleksi aplikasi-aplikasi apa saja yang harus diberikan kepada anak sesuai dengan usianya. Sehingga apa yang ditonton atau digunakan anak merupakan aplikasi yang memiliki nilai edukasi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhannya.

5. Mendampingi dan Meningkatkan Interaksi
Karena Caraka masih 2 tahun, saya masih terus mendampingi dan berinteraksi dengannya selama penggunaan media digital. Karena mendampingi anak saat berselancar di dunia maya menggunakan satu perangkat digital bisa menjadi aktifitas keluarga yang sangat menyenangkan.

6. Gunakan Perangkat Digital Secara Bijaksana
Tidak hanya anak yang diajari untuk menahan diri, kita sebagai orang tuapun diharap bijaksana dalam menggunakan atau bermain gadget didepan anak. Atau bapak dan ibuk bisa menerapkan Program 1821 yang digagas oleh Abah Ihsan (Parenting Speaker), yakni mematikan seluruh perangkat digital/gadget mulai dari pukul 18.00-21.00 untuk fokus berinteraksi dengan anak hingga ia tertidur.

7. Siap Hadapi Dunia Maya
Orang tua diharap mampu memberinya kesempatan untuk mempelajari kegunaan serta manfaat perangkat digital yang ada disekitarnya. Misalnya seperti melakukan video call/komunikasi jarak jauh, menemukan informasi dan berita, melihat gambar serta manfaat lainnya. Karena hal-hal tersebut merupakan kegiatan yang nantinya akan ia gunakan dikemudian hari.

8. Telusuri Aktivitas Anak di Dunia Maya
Kita sebagai orang tua diharap mampu memonitor situs web yang pernah dikunjungi anak, dan pmemastikan bahwa anak tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai dengan usia, Untungnya saat ini sudah ada program piranti lunak penyaring (web-filtering) yang dapat membantu orang tua dalam melakukan scan ataupun memblok alamat website yang mengandung fitur yang tidak sesuai dengan perkembangan anak.


"Orang tua dan anak memerlukan kesepakatan seputar penggunaan media digital, bukan untuk memproteksi anak tapi untuk memberikan keterampilan yang tepat saat anak terpapar oleh informasi dari media, karena orang tua tidak mungkin selalu dapat mengawasi" (Keluargakita)

Keseruan dan keasikan yang ditawarkan dunia digital begitu mudah memikat anak-anak, oleh sebab itu anak-anak jaman sekarang cenderung sangat jarang bermain di luar yang padahal memiliki lebih banyak manfaat. Makanya saya yang kebetulan adalah seorang ‘stay at home mama’ berusaha mengajak Caraka untuk terus beraktifitas baik di dalam maupun di luar ruangan.

Berikut kegiatan dalam ruangan yang bisa dilakukan dan mungkin dapat menjadi inspirasi:
Bermain Montessori toys di rumah
1. Mengikuti keseharian anak mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi
2. Berkhayal, atau bermain peran
3. Membuat prakarya, percobaan atau worksheet
4. Terlibat dalam pekerjaan orang tua
5. Cerita menjelang tidur

Terdapat pula kegiatan di luar ruangan yang bermanfaat yang dapat dilakukan bersama seperti:
Ketika bertemu puluhan rusa di penangkaran rusa Maliran
1. Berjalan-jalan disekitar rumah atau bersepeda di pagi atau sore hari
2. Mengeksplorasi lingkungan seperti pasar, taman, took, pabrik hingga museum
3. Berolahraga di akhir minggu, menonton pertunjukan, atau pasar malam.

Bagi anak yang sudah mulai bersekolah, tentunya sudah cukup memiliki banyak kegiatan di luar rumah. Berbeda dengan anak usia dini (0-6 tahun) yang masih memiliki banyak waktu di rumah bersama orang tuanya. Meskipun begitu, kita sebagai orang tua harus tetap mengambil peran dalam menciptakan kegiatan yang bermanfaat untuknya termasuk kegiatan di luar ruangan yang ternyata memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaat atau keunggulan kegiatan di luar ruangan diantaranya:

1. Meningkatkan ketahanan fisik
2. Meningkatkan pertumbuhan syaraf otak
3. Membangun imajinasi
4. Memecahkan masalah
5. Meningkatkan kemampuan social
6. Menikmati dan menghargai alam
7. Memperkaya pemahaman


Bagi orang tua yang memiliki begitu banyak kesibukan mungkin sulit untuk melakukan semua upaya-upaya di atas. Tapi menurut saya, apapun kesibukan kita, anak-anak tetap membutuhkan kehadiran orang tuanya. Bukan tentang yang mana yang benar atau yang mana yang salah, karena sama halnya seperti memiliki ART (asisten rumah tangga) atau tidak ini adalah sebuah pilihan. Kita sebagai yang menjalaninya harus sadar akan manfaat dan keterbatasannya, serta manfaatkan pilihan yang telah diambil. Yang penting pokoknya ada usaha dan upaya (gak perlu sempurna, tapi seoptimal mungkin).

Jika para orang tua telah memahami pemahaman serta upaya-upaya ini, tentu perkembangan teknologi dan informasi tidak lagi menjadi ancaman atau tantangan yang sulit untuk dihadapi, melainkan dapat menjadi sumber materi dalam mengeksplorasi pembelajaran orang tua untuk terlibat dalam pendidikan anak di era kekinian saat ini. Salah satu situs yang memberikan saya banyak pembelajaran parenting yakni situs Sahabat Keluarga, karna gak hanya memberikan banyak info-info terupdate, situs ini juga menuntun orang tua mendidik anak sesuai usianya mulai dari Usia PAUD bahkan hingga lintas usia. Salah satu artikelnya yang berjudul; Tumbuhkan Sikap "Berbagi" pada Anak, berhasil menghilangkan kecemasan saya ketika Caraka tidak ingin berbagi mainan dengan temannya.


Ingatlah selalu bahwa mengajari anak merupakan salah satu upaya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga usaha yang kami, dan seluruh orang tua upayakan selalu diberi kemudahan Allah SWT untuk tetap konsisten menjalaninya. Demikian sedikit pemahaman yang bisa saya tuliskan, semoga bisa bermanfaat bagi #SahabatKeluarga lainnya. Ibu-ibu serta Bapak-bapak yang punya tips dan saran lainnya boleh loh dibagikan di kolom komentar, see you on the next article!!

You Might Also Like

4 komentar

  1. Memang ya, Mbak. Kehidupan berumah tangga itu bedaaaaa banget sama kehidupan semasa belum nikah. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, bagaikan langit dan bumi hahahhaa

      Delete
  2. PanutanQue, masyaAllah selalu menginspirasi. Keep awesome mamaibuu ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih selalu untuk supportnya bebebque <3 <3

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of