10 Hal Yang Harus Diingat dan Dihindari Para Ibu Baru

1/10/2018 09:14:00 PM

Waktu Raka 7 bulan difotoin Om Wira
Menjadi ibu baru memang memiliki banyak tantangan, untungnya jadi ibu ibu jaman now bisa dengan sangat mudah untuk mendapatkan informasi lewat berbagai media. Bahkan sedang lagi kontraksi muihihi. Saya salah satu ibu baru yang rajin mencari informasi lewat media blog. Yakan ngakunya blogger, jadi kudu rajin BW-an dooong (red: Blog Walking). Nah sebagai mamak-mamak blogger yang mencoba teladan, kali ini saya mau bagi-bagi info penting untuk para new moms. Karena ada banyak banget mitos yang bakal jadi bumerang dalam merawat si kecil. Berikut informasinya ya moms:


1. Memberi Pisang atau Makanan Lain Sebelum 6 Bulan

Ini hal yang lumayan berat, bukan untuk saya atau kalian para ibu baru. Tapi untuk orang-orang disekeliling kita seperti Nenek, Ibu atau Ibu mertua yang masih terikat dengan adat-budaya. Bahkan tante saya pernah loh maksa masukin nasi ke mulut Raka karna tau usia 5 bulan belum pernah makan. Alasannya karena kasian, padahal mana ada ya Ibu yang membahayakan anaknya sendiri hehehe. Terus tanggapan saya gimana?! Gak ada cara lain selain kita menjelaskannya secara sederhana, bahwa sistem pencernaan bayi di bawah 6 bulan belum sempurna untuk menerima nasi atau bahkan pisang. Mereka sudah sangat cukup tercukupi nutrisi dan gizinya dengan ASI/Sufor.


2. Bayi Tidak Perlu Bantal

Ketika bayi tidur dengan posisi telentang, kepala dan punggung bagian atas sebaiknya berada pada level yang sama/ sejajar. Makanya, tidur tanpa bantal bisa membuat tubuh berada pada posisi alami sehingga bayi akan lebih sehat dan terhindar dari SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Dari artikel yang banyak saya baca menyarankan untuk menunda penggunaan bantal sampai bayi berusia sekitar 18 bulan.  


3. Memakai Bedak Tabur

Beberapa bedak bayi mengandung talc atau talek. Kandungan ini cukup berbahaya jika terhirup terlalu sering atau terlalu banyak karena bisa menimbulkan kerusakan pada paru-paru dan gangguan pernapasan. Tapi sekarang udah banyak ya bedak yang berupa cream, jadi bisa lebih aman.

Tips jika tetap ingin menggunakan bedak:

- Perhatikan baik-baik kandungan yang terdapat dalam bedak (gunakan bedak bayi yang bebas dari talc)
- Pada saat ingin menggunakan bedak, letakkan bedak pada tangan moms terlebih dahulu dan jauhkan dari bayi. Baru setelah itu balurkan ke tubuhnya.
- Minimalkan iritasi pada kulit dengan menghindari bedak menumpuk pada lipatan-lipatan kulit bayi 
- Hindari penggunaan di bagian kemaluan bayi


4. Membedong Supaya Kaki Lurus

Kelurusan kaki bayi tidak akan bisa diubah dengan cara dibedong. Malah kalau membedong terlalu ketat dapat menyebabkan bayi kepanasan, kesulitan bernapas dan lagi-lagi SIDS. Boleh aja kalau memang mau membedong supaya lebih hangat, tapi sebaiknya longgarkan bedongan agar bayi merasa nyaman.


5. Pakai Gurita Agar Tidak Buncit

Sama halnya dengan bedong, pemaikaian gurita pada bayi yang terlalu kencang akan membuat bayi merasa sesak dan kesulitan bernapas. Jika alasannya untuk mengempeskan perut bayi, tenang aja moms. Karena perut bayi akan mengempes dengan sendirinya seiring dengan waktu. Karena memang banyak hal yang membuat perut bayi terlihat kembung/besar yaitu tebalnya kulit perut bayi, lemak pada lapisan bawah kulit, dan otot perut yang belum bisa menahan gerak keluar perut. 


6. Mengoles Madu di Puting Supaya Mau Menyusu

Baik madu ataupun jenis cairan lainnya, tidak boleh diberikan pada bayi sebelum usianya mencapai 6 bulan. Selain dapat memicu alergi, madu yang masuk ke dalam mulut bayi dapat berbahaya karena di dalam madu terdapat spora bakteri Clostridium Botulinum. Bakteri tersebut dapat berkembang di dalam perut bayi dan memproduksi racun yang mengganggu bayi. Jika memang bayi sulit menyusu, momski bisa konsultasikan pada bagian laktasi atau dokter anak. 


7. Memberi Kopi Agar Mencegah Kejang

Dsa tidak pernah membenarkan tindakan yang satu ini. Karena kopi yang mengandung kafein, justru akan membahayakan sang bayi karena dapat memicu denyut jantung lebih cepat. Dampak lainnya yang akan muncul yakni anak menjadi mudah marah, gelisah dan gugup. Selain itu saat jam tidur, anak akan dengan sulit terlelap dan kerap terlihat gelisah.


8. Tidak Keluar Rumah Sebelum 40 Hari

Tidak ada bukti ilmiah mengenai kapan bayi yang baru lahir diperbolehkan keluar rumah. Apalagi kalau kalian kayak saya yang gampang banget bosan di rumah. Moms boleh kok keluar rumah asalkan memperhatikan kondisi kesehatan si cabang bayi yang tentunya masih rentan terkena penyakit. Sebaiknya hindari tempat yang terlalu ramai dan terlalu jauh dari rumah.


9. Mandi Air Dingin

Ada beberapa anggapan bahwa memandikan bayi dengan air dingin dapat membuat bayi menjadi kuat (halah emang Hulk). Ini jelas gak benar ya moms. Karena bayi masih sangat rentan dengan suhu dingin. Air dingin dapat memicu pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat, sehingga makanan dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Sebaiknya menunda memandikannya dengan air dengin hingga usianya di atas satu tahun.


10. Bijak. Pilih Mana Yang Harus Didengar dan Tidak

Mamak-mamak jaman now, saya gak pernah tau sebelumnya bahwa ada banyaaaak sekali pendapat-pendapat negatif yang bisa menjadi bumerang untuk seorang ibu. Padahal sama-sama seorang ibu, tapi tidak menjamin untuk dapat saling mensupport. Coba deh senggol sedikit tentang pemberian Susu Formula dibanding ASI pada bayi, pasti akan ada banyaaak sekali ibu yang mencaci keputusan ibu tersebut. Meskipun saya memang pro-ASI (yang Alhamdulilah bisa kasih Raka sampai usia 18 bulan saat ini), saya akan tetap mencoba mengerti tentang keputusan Ibu pemberi Sufor ini. Karna yaampun, gak semua ibu loh dikarunia ASI yang melimpah. 

Saya punya pengalaman teman working moms yang dibuat stress sama teman-teman kerjanya, karena mencibir keputusannya pakai susu tambahan. So sad, jadi saya mencoba meyakinkannya bahwa "Sufor ini bukan racun.. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Semua ibu itu hebat untuk anak-anaknya, belum tentu aku bisa sehebat kamu". Betapa indahnya saling memotivasi kan?! Jadi inilah yang saya maksud, untuk dapat memilah-milah mana yang harusnya kita dengar dan kita abaikan. Semoga kita bisa menjadi ibu yang bijak bagia anak serta sesama ibu lainnya ya moms. Cailaaaaahhhhh mamaebooo tumben lempeng banget ini wkwkwkkwk

****

Well, demikian ya info penting yang saya rasa perlu untuk para mahmud (mamah muda) ketahui, mamaibu jadi gak punya beban lagi deh. Karena saya mengalami sendiri bagaimana 'buta'nya saya kala itu, saya berharap informasi ini bisa membantu kalian dalam merawat si calon pusat gravitasi mamah dan papah. Selamat menikmati masa-masa penuh begadang dan limpahan pahala :D 

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wah, iya nih. Saran terakhir penting banget. Ada temen seangkatan waktu kuliah yg udah nikah, dia ikut grup whatsapp ibu ibu gitu. Eh malah admin-nya ngeshare berita nggak bener. Duh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus jadi pembaca dan pendengar yang baik ya lan, nanti calon istrimu juga yes xixi

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of