Mencicip Pecel Semanggi Khas Surabaya Yang Kini Mulai Langka

11/25/2015 07:41:00 AM


Bakul pecel yang sederhana
Bermula dari para followers instagram @idbcpr yang memberi beberapa rekomendasi kuliner Surabaya, yang katanya wajib untuk dicoba. Beberapa banyak menyebutkan kata Semanggi, yang cuma saya tau Semanggi adalah nama sebuah plaza yang gak jauh dari kost kami (saya dan fahmi) di Jakarta. Iya, gini-gini kami anak Jaksel yang lumayan sering ngemall kok.

Dan ternyata Semanggi merupakan salah satu makanan tradisional khas Kota Surabaya gaes, semacam jenis pecel berbahan dasar daun semanggi. Mahahaha jadi yang sering main ke Plangi alias Plaza Semanggi juga mesti tau, kalau ternyata mall ini adalah nama sebuah pecel di Surabaya. Dan lambang daunnya yang mungil tersebut.

The problem is... Kuliner yang satu ini ternyata udah langka banget dan sulit untuk ditemuin. Sempet hopeless karena saya yang sedang ikut dalam rangkaian perjalanan Sapta Nusantara bersama @IndTravel, jadi gak punya kesempatan untuk berburu pecel langka yang satu ini. Taman Bungkul jadi salah satu lokasi yang masih terdapat penjual Semanggi, tapi sayangnya rombongan nggak mampir ke sana. Hks

Yuki dan Kak Ika yang semangat menyantap Pecel Semanggi
Bumbunya melimpah
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Rombongan Sapta Nusantara yang baru tiba di Bandar Udara Juanda, ternyata melipir ke restoran yang berada di seberang jalan Masjid Al-Akbar. Saya, Yuki dan Kak Ika yang menyebrang ke Masjid untuk shalat merasa beruntung karena akhirnya bisa nemuin kuliner langka yang satu ini tanpa perlu bersusah payah.

Harga per porsinya Rp. 7.000, meskipun Semanggi merupakan jenis makanan pecel namun bahan dan rasaya terasa sangat berbeda dengan pecel pada umumnya. Perbedaan rasa disebabkan karena menggunakan bahan dasar daun semanggi dan bumbu yang digunakan terbuat dari ketela rambat sehingga memiliki cita rasa yang khas. Selain itu, pecel Surabaya juga di tambahakan bahan seperti kecambah dan kerupuk puli/ kerupuk beras.

Kerupuknya juga bikin makin endeuss
Oh ini toh yang namanya daun Semanggi.....
Dan ternyata pecel ini nggak hanya ada di Surabaya aja, Pecel Semanggi juga bisa ditemukan di daerah lainnya di Jawa Timur, seperti misalnya di Banyuwangi dan Kediri. Namun tetap memiliki perbedaaan di bumbu dan bahan pelengkapnya. Sekali saya dan teman-teman lainnya mencoba, Pecel Semanggi ini memiliki cita rasa yang sangat berbeda dan khas. 

Perbedaan yang mencolok terasa pada bumbu yang digunakan yang didominasi oleh rasa pedas-manis yang merupakan hasil perpaduan rasa ketela, kacang dan gula jawa. Beda dengan bumbu kacang yang bertekstur kasar, bumbu yang satu ini memiliki tekstur yang lebih lembut. Untungnya saya yang penyuka pedas makin dibuat lahap karena ibu penjual Pecel Semanggi dengan baik menambahkan cabai tambahan kedalam bumbu, so level pedasnya bisa diatur deh. Ah Syedaaaaaaapnyaah! So, kalau main ke Surabaya, silahkan diburu pecel yang satu ini ya! Karena keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia. ;')

Mas beb yang asli Blitar merasa gagal karena nggak tau sama kuliner yang satu ini xixixii
Perjalanan ini disponsori penuh oleh Kementerian Pariwisata Indonesia (indonesia.travel) dalam campaign Sapta Nusantara yang berlangsung selama 16 hari. Kalian dapat menyaksikan foto dan video perjalanan yang diabadikan oleh tim Sapta Nusantara di social media  Twitter serta Instagram melalui hashtag #PesonaIndonesia #SaptaNusantara

You Might Also Like

12 komentar

  1. Saya juga baru tahu kalau kata Semanggi itu berasal dari kata Daun Semanggi.
    Indonesia memang kaya akan kuliner pecel, tiap daerah beda rasa. Daunnya mirip daun singkong yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daunnya lembut banget kak Akbar, beda dengan Singkong.
      Karna kecil-kecil banget, jadi makan pecelnya kek gak berasa makan daun hehe

      Delete
  2. Dulu penjual semanggi lewat tiap hari di Surabaya sana, tapi belakangan juga udah mulai jarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, makanya aku merasa sangat beruntung bisa ketemu tanpa susah payah mbak ;'D

      Delete
  3. Beruntung banget ya bisa makan semanggi di depan masjid Al Akbar.. Cari rujak cingur juga harusnya kemarin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Hanif, hahhaha Allah Maha Baik pada mahmud. xoxoxoo
      cingur kan banyak di jakarta :p

      Delete
  4. Halo mbaaaak. Waduh ngilerrrr. AKu suka pecel lho, tapi nggak suka yang terlalu pedeees. itu enak banget kalo makannya pake kerupuknyaa. \:9/
    Baru pertama kali main ke sini nih mbaak. Salam kenal yaa. Hehehe. \(w)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai sesama penyuka pecel, mari kita tossss!ehehhe
      Salam kenal juga, terimakasih sudah berkunjung :)

      Delete
  5. lumayan terobati ya putri bisa coba pecel semanggi, kalau di temanggung ada Pecel Kenci Put :)

    ReplyDelete
  6. Whoaaa asli laper dan kangen makan pecel semanggi. Aku pernah tinggal di Surabaya selama 13 tahun, jadi sudah akrab sama pecel ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiknyaaa, di Jakarta nggak ada nih kak!
      Eh semoga nemu di Blitar nanti, kali aja ada hehe

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram