Mengingat Kehangatan Acara Travel Bloggers Indonesia Gathering

10/14/2015 02:45:00 PM

Di penutup bulan Agustus kemarin, saya dan teman-teman komunitas yang selama ini saling bertukar cerita yang kebanyakan ngawur di grup chat whatsapp akhirnya punya kesempatan berkumpul bersama, atau bahasa kerennya sih Quality Time bersama Mahmud :P Karena seluruh member TBI (Travel Bloggers Indonesia) ini tersebar di penjuru negeri, serta berbagai profesi. Rasanya ajaib sekaligus senang bukan main ketika punya kesempatan emas seperti ini. Atuhlah kapan lagi loh.. bisa berjumpa secara langsung dengan si empunya blog-blog hits nusantara?! Dan ternyata mereka semua....... Unbelievable >,<


Supaya kegiatan selama dua hari dapat dilaksanakan secara hangat dan mesra, maka menginap di vila menjadi pilihan yang paling tepat bukan?! Apalagi di Villa La Lita yang letaknya hanya beberapa meter dari pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini, punya banyak banget sudut yang super adorable. Mulai dari taman yang meja dan kursinya pake batu-batu besar, aneka karya seni yang dipajang di dinding, dan yang menurut saya paling keren, karena ada banyak kerajinan khas nusantara yang bikin suasana makin hangat. 

Meskipun tidak semua member dapat menghadiri gathering pertama ini, tapi... Yaampun, dengan hanya 19 orang ini saja saya sudah lelah bukan main. Bukan lelah kejar sunrise atau jalan ke Curug Cigamea, tapi lelah akibat berbagai bully-an sayang dan tingkah-tingkah lucu setiap member. Bahkan saya masih senyum-senyum kalau ingat betapa Horornya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan si gadis Ambon berjilbab putih bernama Atrasina Adlina pada setiap member. 

"Kak, kamu udah nikah? Udah punya pacar belom?!"

................... ......................

Gadis Ambon yang ngakunya paling pendiam *padahalhoax*
Stasiun Bogor menjadi meeting point, baru kemudian menuju villa dengan mencharter 1 buah angkot dan 2 mobil pribadi (milik Kokoh Hartadi dan Kak Vica) yang secara beriringan menuju Desa Gunung Bunder yakni dekat kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Setiba di villa kami langsung makan siang, setelah itu Kakak princess Bulan memimpin sebuah games dimana setiap member diwajibkan mendeskripsikan dirinya sebanyak lima kalimat pada secarik kertas. Kertas yang tersebut secara satu-persatu dibacakan Kak Bulan untuk ditebak oleh member lainnya, yang ternyata Kak Titilah yang paling memahami kita semua. Tjieeeee

Seusai games, kegiatan dilanjut dengan mengobrol santai bersama pemilik villa yakni tante Lita Jonathans yang tidak hanya cantik tapi juga sangat baik hati karena telah mengjinkan kami merusuhi villa miliknya. Terjawablah sudah, mengenai asal berbagai macam kerajinan unik yang berada di villa ini, karena ternyata tante Lita ini orangnya kreatif dan nyeni abis. Khususnya tentang menghias telur, tante Lita terkenal ahli menyulap cangkang telur yang sangat rapuh itu menjadi sebuah karya yang begitu cantik. Dan beruntungnya kami karena diberikan ilmu mengenai menghias telur serta mencobanya secara langsung. Penasaran dong gimana caranya ngeluarin isi telur tanpa harus memecahkannya?! Kita mah udah jago dooong. Hohoohho #humblerag 

Semua antusias bahas tentang telur, aw aw
Tante Lita Jonathans yang sedang bercerita seru
Dipegang, ditusuk, ditiup..... telurnya yah!
Karya-karya tante Lita yang super!!
Tante Lita juga sempat menceritakan tentang pengalaman menariknya berburu berbagai macam jenis telur di Nusantara, salah satu yang paling lucu yakni ketika beliau disangka sebagai seorang dukun karena selalu memesan telur Angsa dalam jumlah yang banyak (konon telur Angsa dianggap kramat dalam dunia perdukunan). Drama tuduhan penggunaan narkobapun gak kalah seru, karena jarum suntik menjadi salah satu alat yang dibutuhkan untuk membersihkan isi telur, membuat tante Lita rajin membelinya di apotik. Nah, rutinnya pembelian jarum suntik ini yang akhirnya menimbulkan tuduhan pemakaian narkoba tersebut. Jadi untuk berkaya itu memang nggak pernah mudah ya?! :') Jika kalian tertarik dan ingin mencobanya, bisa dicari buku yang ditulis oleh tante Lita Jonathans langsung di Gramedia ya guys. 

Setelah kami semua cukup lihay untuk mengosongkan isi telur dengan sempurna, kegiatan yang gak kalah menarik dan langka menanti. Tante Lita mengijinkan kami semua untuk berkeliling ke rumahnya yang berada di seberang villa La Lita yang... OMG luaaas pisan euy! Kalau si tante hobby buat telur hias, berbeda dengan suaminya yang seorang pecinta harley. Keduanya sama-sama memelihara banyak hewan serta mengoleksi berbagai macam benda antik dari seluruh penjuru negeri. Waaah... Tante dan Om traveler akut ternyata. :D

Adlien paling demen nih!
Benda yang minta dibawain pulang, Loco!
Waktu malam digunakan untuk Saya, Kak Firsta, Shabrina, Nugi, Kak Bulan, Kak Leo, Kak Indri, Kak Titi, Fahmi, Adlien, Kak Astin, Kak Tracy, Koh Hartadi, Kak Felicia, Kak Olyvia, Wira, Ridwan, Kak Gio dan Kak Bobby (minus Kak Vika yang pulang duluan), untuk sharing mengenai berbagai macam ide dan hal-hal lainnya untuk komunitas (yang tentu saja diselipi beberapa bully-an sayang). Di ruang tengah kak Firsta memimpin rapat santai malam itu hingga pukul 11 malam. Kami harus segera tidur karena kami harus mengejar sunrise keesokan harinya.

Asiknya menginap di Villa La Lita, kita hanya perlu berjalan kaki dan trekking kecil untuk berburu sunrise. Drama lompat-lompat pagar karena villa masih digembok menjadi awal perburuan kala itu. Untung kita anaknya atletis semua kayak si Kokoh Ahahaha *tendang-tendang barbel* 

Karena nggak semua member morning person (termasuk suami sayah) jadi berburu sunrisepun tidak memiliki paksaan. Beda dengan mahmud yang morning person abis karena rajin memasak sarapan dan bekal jadi nggak mau ketinggalan dong. Dan kemudia saya norak, karena baru tau kalau di Gunung Bunder ini punya hutan Pinus yang instagram-able macam ini.... 

Ceritanya gak mau kalah jadi anak IG
Narsis setiap radius 5 meter sekali #travelerpemulaabis
Dah aku mah harus slalu ada dalam setiap sesi foto, itu yg diujung Fahmi dan Wira menanti wkwkwk
Yah kan... Kak Leo  kepergok.... 
Tjiiieeee... Kak Gio mau banget ya punya sandaran hati?!
Kak Indri yang menatap lemas keceriaan Kak Mantan :(
Sepulang berburu sunrise kami semua bergegas mandi dan sarapan baru kemudian kembali menyewa angkot untuk menuju tempat piknik kami bersama. Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar 10 ribu, di TNGHS ini kami sudah bisa bebas berkunjung ke berbagai air terjun yang ada. Letaknya lumayan jauh jadi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi. Curug atau air terjun yang terdapat tersebut diantaranya Curug Cihurang (8 km), Curug Ngumpet I (3 km), Curug Pangeran (3km), Curug Ngumpet II (2.5 km) dan Curug Cigamea (1.5 km) yang menjadi pilihan kami.

Curug Cigamea sendiri memiliki 2 sumber debit air yang berbeda, yang satu debitnya lebih kecil namun menurut saya lebih menarik karena bebatuannya yang berwarna gelap. Tanpa aba-aba Nugi langsung melepas jubahnya  untuk kemudian melakukan sesi foto seksinya, tapi yaa masih tetep kalah seksi tanpa kancut berwarna orange milik Kokoh Hartadi sih. Bhahaha

Berbagai drama tercipta, entah kata apa yang mampu melukiskan kehangatan Gathering pertama TBI ini, yang jelas... Saya bangga menjadi bagian dari tim yang isinya para fighter ini. Dah kita mah anaknya yang kalem-kalem aja ya kaaaaak, keep calm and keep writing! Selesai dari curug, kami kembali melakukan games yang lebih seperti kontes joget untuk menutup perjumpaan. Dan sekarang akuh sudah kangen kalian lagiiiih :3

You Might Also Like

3 komentar

  1. hahaha. sumpah, jangan sampe ditulis sevulgar itu donk. :P

    ReplyDelete
  2. waahh pasti asik banget tuh gathering brsama blogger di sambi dengan liburan... :D

    ReplyDelete
  3. Emang seru banget kalau travel bareng teman teman

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram