#LiburanDiYogya : Keraton Yogyakarta Adalah Bukti Keindahan Budaya Jawa

4/29/2015 11:24:00 AM

Setelah terkagum-kagum dengan tuturan panjang mengenai sejarah Kerajaan Jawa di Museum Ullen Sentalu, saya jadi nggak punya alasan untuk nggak mampir ke Keraton Yogyakarta. Apalagi letaknya yang deket banget dengan Gallery Prawirotaman Hotel tempat saya dan Fahmi menginap, nggak sampai 10 menit kami sudah bisa langsung sampai. Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan dan hingga kini masih di tempati oleh keluarga Sultan yang sekarang menjabat. Meski pada tahun 1950 Kesultanan Jogja sudah secara resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia, ternyata kompleks bangunan keraton tetap difungsikan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarga demi mempertahankan tradisi kesultanan, dan hebatnya masih berlangsung hingga saat ini loh?! Jogja memang keren baday!!

Para abdi dalem yang sedang santai-santai
Dijamin betah karna adeem!
Disamping difungsikan sebagai pelestarian budaya, keraton kini juga menjadi objek wisata andalan di Kota Yogyakarta. Alasannya ya karena banyak banget koleksi bersejarah yang tersimpan di beberapa bangunan dalam keraton, misalnya berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan juga gamelan. Dari segi bangunannya, konon keraton merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas. Pasti betah kalau berkunjung kesini deh.

Hal paling briliant yang saya ketahui adalah tentang letak keraton itu sendiri, letaknya memang berada di jantung provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tapi jika di ambil garis lurus antara letak Gunung Merapi dan Laut Kidul, maka bangunan Keraton inilah yang menjadi pusat dari keduanya, cerdas sekali bukan?! Karena saya sempat mikir aja, apa jaman dahulu kala itu udah ada drone?! Atau diukur secara manual?! Yaaa sebingung bagaimana candi-candi banyak berdiri sih ya, rahasia alam.

Keraton Jogja adalah satu-satunya kerajaan terakhir dari semua kerajaan yang pernah berjaya di tanah Jawa. Seperti sejarah yang saya dengar di museum, ketika masa kerajaan Hindu-Budha berakhir akhirnya di teruskan dengan kerajaan islam pertama yang berada di Demak. Lalu kemudian berdiri kerajaan yang lain seperti Mataram islam yang di dirikan oleh Sultan Agung lalu berjalan dan munculah Keraton Jogja yang didirikan oleh Sultan Hamengku Bowono I. Bahkan hingga saat ini, keraton Jogja masih menyimpan sejarah dan kebudayaan Jawa yang sangat mengagumkan.

kompleks keraton di siang hati yang sangat teduh
Tempat untuk para tamu resmi, pengunjung dilarang masuk
Tempat pementasan kesenian Jawa berlangsung
Setiap harinya di dalam Keraton akan diadakan hiburan atau program rutin yang mementaskan kesenian Jawa, biasanya pentas berlangsung ketika jam 9 atau jam 10 pagi. Selain seni tari, juga disajikan pentas wayang kulit/orang yang sangat menarik untuk di lihat, musik gamelan dan pembacaan puisi Jawa (Javanese Poem). Segala jenis pementasan tersebut dilakukan di pendopo Keraton yang tempatnya sangat terbuka, sehingga pengunjung dapat bebas menyaksikannya dari berbagai sudut.

Kami sempat tertarik dengan satu bangunan yang terletak di tengah-tengah kompleks keraton, struktur bangunan dan keramik yang menempel jelas terlihat bangunan tersebut memiliki banyak campuran kebudayaan barat dan timur. Dan namanya ternyata adalah Kedhaton, yakni tempat Raja duduk-duduk dan bertemunya Raja dengan seluruh anggota kerajaan. Pohon-pohon yang rindahng menambah suasana sakral Keraton lebih nyaman dan sejuk.

Kedhaton
Didalam Keraton juga disajikan berbagai budaya jawa yang indah seperti batik yang merupakan warisan budaya jawa yang sudah diakui secara internasional. Beberapa lukisan, keris, foto raja-raja jawa, silsilah raja jawa, dan berbagai hasil budaya jawa. Ada ruangan khusus yang terlihat lebih modern dari yang lainnya, berupa ruangan khusus yang dibangun untuk mengenang dan menghormati sultan yang paling berjaya dalam sejarah kesultanan Yogyakarta, yakni Sultan Hamengku Bowono IX. Disini tersimpan berbagai benda dan plakat yang dimiliki sultan, jika ingin berterimakasih kenapa Indonesia memiliki DI Yogyakarta. Maka berterimakasihlah kepada beliau, karena beliaulah yang memutuskan Yogyakarta untuk turut bergabung dan menjadi bagian dari NKRI. Makasih banyak ya Pak!:))

atap bermotif unik di ruangan khusus Sultan HB IX
Ruang HB IX
Jika ingin melihat bukti nyata tentang budaya dan keindahan Jawa, artinya kalian wajib untuk mengunjungi Keraton Jogja. Setiap pengunjung akan ditemani oleh seorang guide yang akan menjelaskan seluruh fungsi dan sejarah di Kompleks Keraton ini, nggak hanya bikin ilmu bertambah, tapi juga bikin makin bangga menjadi warga Indonesia khususnya menjadi orang Jawa. 

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You Might Also Like

12 komentar

  1. 11 tahun di Jogja dan saya belum pernah masuk ke mari, hahaha. Paling2 cuma numpang lewat di halaman belakangnya keraton. Yang pengendara sepeda atau motor mesti nuntun kendaraanya itu lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu Gagal sebagai perantauan wi, hahahhahaa
      kayak aku yang hidup di Jakarta gak pernah ke pulau seribu.
      kita impas deng. wkwkwk

      Delete
  2. kayaknya pas kecil dulu aku pernah kesini tapi udah lupa semua haha
    btw kedhatonnya lucuuuu :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tandanya musti balik lagi kakaaak. hehehe

      Iya adem banget yah, dan unik :))

      Delete
  3. Foto kamu cakep-cakep bener sih Putri.. Istri siapa sih? *loh kok gak nyambung* Hahaha..
    Akhirnya minggu lalu aku kesini juga setelah tinggal di Jogja selama 2 tahun. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahhaa istri siapa mempengaruhi kualitas foto ya kak?! (bukan lagi tipe kamera :p)
      tapi kamu wes ubek-ubek Jogja, kami pengen banget tinggal disana deh, sumpeh :|

      Delete
  4. Ah aku paling suka sama peertunjukan tarian dan kirab prajuritnya, menyenangkan untuk ditunggu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kami datangnya kesiangan, jadi gak sempat nonton pertunjukan apa-apa. hkssss

      Delete
  5. Kangen jogja. 2 tahunan yang lalu kesana nemenin mahasiswa. :'D

    Gak sempat foto banyak. Mungkin harus balik lagi ke sana ya. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus mass, loh yang seminggu aja masih kurang ini.. harusnya 2 bulan disana. hehee

      Delete
  6. Eh aku baru tahu mas Wijna bukan warga asli Jogja. *salahfokus*

    Sebagai warga asli Jogja, aku bangga dengan keraton Yogyakarta yang masih berdiri megah dan terawat. Lalu dari satu sumber yang pernah kubaca, Sultan HB I memang merancang sendiri keraton dan lokasinya dan mendapat pujian dari arsitek negara lain. Bangga lah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mawi itu orang Ukulele nugi, bahhahaa

      Ba da bes emang Jogja mah, keren pisan nug. Berbanggalah...

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of