#LiburanDiYogya : Di Gumuk Pasir Parangkusumo Main Sandboarding Itu Harus

4/13/2015 12:36:00 PM

Usai piknik bermanfaat di Museum Ullen Sentalu yang letaknya berada di Kaliurang, Fahmi berusaha memacu motor sewaan kami sekencang-kencangnya (yang maksimalnya paling cuma 60 km/jam *gregetan*) menuju tujuan wisata yang belakangan ini makin hits dikalangan wisatawan dan anak kampus Yogyakarta. Udah tau  kalau di Jogja ada gurun pasir?! Destinasi ini dinamai Gumuk Pasir Parangkusumo, berada di selatan Yogyakarta dan tidak jauh dari pantai fenomenal Parangtritis.
Bermain sandboarding
Tidaklah terlalu sulit menemukannya apalagi kalau menginapnya di Gallery Prawirotaman Hotel. Di Jalan Parangtritis kami hanya perlu lurus saja hingga bertemu dengan pintu gerbang kawasan wisata Pantai Parangtritis. Tidak jauh dari pintu gerbang, akan terlihat jelas gundukan pasir yang berada di sisi kanan jalan. Saya yang jadi navigator GPS di jok belakang motor sempet heran, loh kok gampang banget nemuinnya. Karena ekspektasi kami gundukan pasir yang begitu luas nggak seharusnya berada dipinggir jalan seperti ini. Tapi yasudahlah....

Rumornya tempat ini sering disebut sebagai Gurun Saharanya Indonesia, saya pikir agak berlebihan sih kalau disamakan dengan Gurun di Afrika sana, yah kitakan negara tropis. Tapi setelah nyobain sendiri panasnya permukaan pasir-padahal kami sudah datang disore hari, dan areanya yang sangat luas, wah ini sih beneran kayak di gurun. Kata mas Agus pemilik papan sandboarding yang kami sewa, mulai dari jam 10 hingga jam 2 siang, gak akan ada yang sanggup berada di atas Gumuk Pasir ini, karena suhunya yang sangat panas bisa membakar telapak kaki dengan instant. 

Cari saja papan merah ini untuk sampai disini
Ini bukan di pantai lhoooo
Gundukan pasir ini berasal dari material abu vulkanik gunung Merapi yang terbawa oleh aliran Sungai Opak hingga akhirnya sampai ke Pantai Parangtritis, pasir-pasir halus tersebut kemudian membentuk gumuk pasir dari abu-abu vulkanik yang kecil dan ringan yang terbawa ke tepi pantai, kemudian ketika kering akan beterbangan terbawa angin. Proses tadi terjadi secara terus menerus dalam waktu yang sangat lama hingga membentuk gundukan pasir yang kini dikenal sebagai Gumuk Pasir Parangkusumo, karena dalam bahasa jawa Gumuk memiliki arti sebagai sebuah gundukan.

Wajib rasanya untuk mencoba kegiatan Sandboarding di sini, jangan sampe nyesel karena kegiatan kayak gini nggak bisa kalian temuin dimanapun selain di gurun pasir yang selalu ramai tiap menjelang sore ini. Paling enggak baru di Gumuk Pasir ini yang menyediakan fasilitas papan Sandboardingnya. Saran dari kami sih cukup menyewa satu papan saja, karena boleh dipakai bergantian dan ternyata main sebentar aja udah capek banget.

Gundukan pasir untuk yang mulai jago meluncur
Anak ini suka banyak tingkah, memang.
Papan sandboarding yang kami pakai berdua dihargai 150.000 rupiah tanpa batasan waktu, pokoknya sepuasnya sampai pulang-pulang kantong celana isinya pasir semua. Lumayan mahal memang, tapi entah bisa ditawar atau nggak karena yang membookingkan bukan kami langsung, melainkan pihak Gallery Prawirotaman Hotel, toh kami bisa sampai sini berkat rekomendasi dari mereka. GPH memang top!

Ketika mau nyoba sandboarding Fahmi sempet sombong, karena dia sudah lumayan jago surfing di pantai. Tapi ternyata oh ternyata, air dan pasir tetaplah sangat berbeda, selain jatuhnya lebih sakit ternyata meluncur di atas gundukan pasir yang tinggi lumayan nyeremin. Butuh banyak latihan supaya ketika meluncur bisa berdiri imbang dari atas hingga sampai dasar, dan yang paling menguras tenaga adalah ketika kembali naik ke atas membawa papannya. Saya nyerah!!!!

Luas sebagian gumuk pasir
Untuk yang sudah pro, silahkan jajal di gundukan paling terjal ini
Gak bakat sama sekali jadi surfer -____-
Karena suhu pasir mulai adem, ketika hari semakin sore semakin banyak pula anak-anak kecil dan gerombolan pemuda yang mengaku mahasiswa UGM yang ikutan bergabung main sandboarding. Mereka keliatannya udah biasa main di sini, terciri dari papan yang dibawa masing-masing dan peluncurannya yang sangat mulus dari gundukan pasir paling tinggi. Maklum ramai yang datang karena ke Gumuk Pasir belum dikenakan biaya apapun kecuali parkir.

Tips dari saya kalau mau berkunjung dan bermain sandboarding, baiknya gunakan sunblock dan jangan lupa untuk membawa air minum, karena belum ada warung terekat yang tersedia. Hati-hati untuk menggunakan gadget, karena butiran pasir yang sangat halus bisa dengan mudah masuk ke dalam handphone atau kamera. Kan nggak lucu kalau masuk ke Gumuk Pasirnya gratis tapi pulang-pulang harus service gadget. 

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You Might Also Like

11 komentar

  1. Fotoku pasang yang keren dong ah :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bisa kamu difoto keren?!

      Delete
  2. meluncurnya enak...

    naiknya lagi capek.... hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukaaan maeeeen capeknya, kalah sama bocah2 kecil wkwkwk

      Delete
  3. Waah, anakku bakal seneng ni diajak kesini. Lg mikirin fam trip buat ngisi cuti melahirkan nanti. Wkwkwk... *Disampluk bedongan bayi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah iyaa, Abyan pasti seneeeeeng mbak! Sekalian belajar jadi surfer hihii

      Delete
  4. Tak perlu harus ke Afrika yah, cukup datang ke Jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho'oh, gladi resik dulu aja dimari kak. hohoho

      Delete
  5. Aku kayaknya kok ya takut berselancar, Put. Padahal ya kalau misal jatuh ngga sakit2 banget, ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho'oh, kalo mainnya sore-sore sih pasirnya udah gak panas..
      Selancarnya duduk aja juga seru kok kak, tapi ya jangan yg terlalu terjal. Ngeri >,<

      Delete
  6. Sandboarding is very amazing. I hope we can play it together, mates

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram