#LiburanDiYogya : Suguhan Berbeda Dari Candi Ijo

3/01/2015 11:02:00 PM

Saya penduduk pulau jawa yang belum pernah sama sekali menginjak Jogja, padahal kota istimewa ini sangat tidak sulit untuk dijangkau, belom 'jodoh' aja kali yaa. Nah ketika punya kesempatan berkunjung, seperti biasa dong, saya mau totalitas!! Maka saya suruhlah Fahmi untuk riset destinasi-destinasi yang tidak biasa di Yogyakarta (benar-benar totalitas, put :p)

Candi Ijo di teras teratas
Ternyata nggak jauh dari Candi Prambanan yang sangat tersohor seantero negeri, terdapat Candi Ijo yang menurut kami baguuuuuus banget, karena nggak cuma bangunan candi yang bisa dinikmati disini, tetapi juga pemandangan alam di bawahnya yang dapat melihat landscape Yogyakarta dengan sangat cantik. Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinamakan Candi Ijo karena berada di sebuah bukit yang memang dikenal sebagai Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang tingginya sekitar 410 mdpl. Jadi nggak heran kalau di musim penghujan sering mendung dan hujan di candi ini, sedia payung aja yes.

Teras bawah
Pastikan membawa payung ketika musim hujan
Tidak ada tiket masuk untuk berkunjung ke Candi Ijo, kami hanya diminta untuk mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan kebersihan secara sukarela. Masih belom tertarik mengunjungi Candi yang berlatar belakang agama Hindu ini ?? Let me inform ya! Dari letak Candi Ijo ini berdiri, di arah barat dan jika memandang ke bawah, kita bisa melihat dengan sangat jelas moment ketika pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto. Karena memang Pegunungan Seribu tempat berdiri candi ini merupakan batas bagian timur bandara, mungkin karena Candi Ijo inilah yang mengakibatkan landasan Bandara Adisutjipto tak bisa diperpanjang ke arah timur. Nah, pengenkan?!

Bisa liat runway pesawat?!
Penampakan candi ketika kabut naik
Menghangatkan diri salam candi
Kompleks candi ijo terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral, dan bagian inilah yang masih utuh. Ragam bentuk seni rupa juga dapat dijumpai sejak pintu masuk bangunan yang tergolong candi Hindu ini. Tepat di atas pintu masuk terdapat kala makara dengan motif kepala ganda dan beberapa atributnya. 

Kami tiba sekitar pukul 15.00 dengan hujan yang cukup deras, sempat hopeless karena jadi nggak bisa melihat pemandangan di bawah candi yang tertutup sama kabut tebal. Tapi tidak lama kemudian hujannya berhenti, kami melihat kabut naik menuju arah candi yang justru membuat area candi menjadi mistis dan  dingin. Ini pengalaman pertama saya menyaksikan fenomena candi-candi yang diselimuti oleh kabut yang sangat tebal, Lucky me!

Ketika mulai menjelang sore
Suguhan special Candi Ijo
Bisa menjadi point melihat sunset juga loh
Tidak lama ditunggu kabutpun menghilang, pemandangan dibawah kami mulai terlihat jelas karena bantuan sedikit cahaya matahari. Tetiba Fahmi berteriak "Huaaaaaah, bagus bangeeeeet!" Saya malah speechless melihat petakan-petakan sawah, pohon dan bukit-bukit hijau yang sangat cantik dari kejauhan, dengan latar belakang langit yang mulai berwarna oranye membuat saya bertekad bahwa harus ada kunjungan selanjutnya ke candi ini ketika SUNSET!

Ada teman yang katanya pernah datang ketika musim kemarau, sekeliling candi tidaklah sehijau seperti saat kami datang, tapi malah berkesan warna coklat. Uuuh, jadi merasa beruntung datang ketika sangat hijau. Tapi saya heran kenapa Candi Ijo ini masih sepi sekali sama wisatawan, padahal candi ini terhitung unik karena memberikan suguhan yang berbeda dibandingkan candi-candi lainnya. 

Kalaupun pengunjung tidak terlalu menyukai wisata sejarah dan budaya, pemandangan yang sangat indah dari candi juga bisa menjadi alasan dan pilihan untuk dinikmati, toh saat ini belum ada biaya masuk yang membebani. Lokasi Candi Ijo yang sudah ada di google maps harusnya tidaklah terlalu sulit untuk ditemukan. Dari hotel tempat kami menginap yakni Gallery Prawirotaman Hotel, untuk menuju Desa Sambi Rejo , Prambanan, Kec. Sleman cuma membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam aja kok. Gampang kan?!


Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You Might Also Like

6 komentar

  1. Lumayan keren juga pemandangannya kalau di lihat dari atas :g

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini cuma dari lensa kamera, kalau dipandang sendiri dengan mata jauuuh lebih indah kak :)

      Delete
  2. Ada permaisurinya sultan fahmi pegang payung merah. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gusti Raden Ajeng Putri Normalita, iiiiih keren jugak!! Ehehee

      Delete
  3. Wah bagus mbak. Izin pakai fotonya ya. :) Thanks mbak Putri.

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of