#LiburanDiYogya : Punthuk Setumbu, Untuk Sunrise, Kabut dan Borobudur

3/30/2015 03:46:00 PM

Liburan di Jogja kami bulan lalu akhirnya memang merembet hingga Magelang, karena mendapat info dari pengelola Gallery Prawirotaman Hotel bahwa ada tempat menarik untuk melihat sunrise dan candi Borobudur kami jadi merasa tertarik. Setelah melihat foto-fotonya di mbah google dan melakukan riset kecil akhirnya kamipun sepakat untuk mengabadikannya secara langsung, karena ternyata lokasinyapun hanya satu jam saja dari hotel kami menginap (karena pagi buta jadi jalanan masih lancar)

Perempuan katanya kalau bangun tidur bakal kelihatan lebih cantik, mungkin Borobudur juga nggak mau kalah kali yah?! Ketika matahari belum sepenuhnya bulat naik ke atas, dia udah kelihatan begitu menawan tanpa perlu keramas dan kibas rambut. Dikelilingin sama kabut tebal yang berebutan mau mengajaknya kencan pagi. Xixiixi (abaikan) But seriously she's cute >,<

Sang primadona Borobudur, dimana seluruh lensa membidiknya tajam 
Bukit Punthuk Setumbu adalah salah satu bukit kecil yang lumayan tinggi di sekitaran candi Borobudur. Letak bukit ini tepatnya berada di Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sebagian besar mengenalnya sebagai Borobudur Nirwana Sunrise Punthuk Setumbu, jadi kalau kalian juga tertarik ke bukit ini baiknya cari papan petunjuk yang bertuliskan nama tersebut.

Kalau nggak mau menyesal dan melewatkan fenomena sunrise yang indah di bukit ini, kami sarankan untuk datang sebelum pukul 05.30 pagi waktu setempat. Ketika itu saya dan Fahmi tiba sekitar pukul 05.45, mengakibatkan kami sudah tidak kebagian space nyaman untuk memotret karena sudah penuh dengan pengunjung yang kebanyakan turis asing, untungnya matahari belum naik. Atau kalau memang nggak mau terlambat bisa mencari homestay di sekitaran Borobudur.

Loket pembelian tiket, harga bisa berubah sewaktu-waktu
Petunjuk di pintu masuk
Ketika baru sampai, tempat pw sudah full :(
Wahana wisata alam berupa bukit di Borobudur ini dikelola oleh warga yang secara bersama karena sadar akan potensi wisata alam yang memukau. Penduduk setempat juga telah menyediakan beberapa penginapan khas daerah berupa rumah tradisional yang bisa wisatawan gunakan untuk mengantisipasi kesiangan dalam berburu sunrise. Untungnya kami bisa santai karena diantar sama Pak Parwoto, driver dari Gallery Prawitotaman Hotel.

Ketika naik keatas saya dan Fahmi tidak menggunakan jasa guide, karena untuk naik keatas jalan yang dilalui permukaan tanahnya sudah dibentuk berupa tangga sederhana, jadi kami cukup treking kecil saja. Meski lumayan terjal namun karena udara yang begitu sejuk yang memaksa untuk tetap bergerak membuat pergerakan kami cukup cepat, kurang dari 15 menit kamipun tiba di bukit yang sudah dikerubungi para fansnya.

Sisi-sisi pagar sudah dipenuhi oleh wisatawan beserta berbagai macam lensa yang mereka bawa, penting untuk membawa lensa terbaik ke tempat seperti ini. Karena siapapun tidak ingin menyesal karena turun tidak dengan mengabadikan fenomena alam luar biasa cantik ini (meskipun saat itu saya sendiri memotretnya hanya dengan hape china :p). Kemudian kamipun merasa someday harus balik lagi ke bukit ini ketika memiliki kamera mahal (amin), tapi karena kami baik maka kami berikan foto terbaik semampunya demi dapat sharing dengan pembaca setia (padahal yang ambil fotonya Fahmi. hahahaha)


Untungnya ketika sampai atas matahari belum naik keatas
Gunung Merapi dan Merbabu
Yang ditunggu-tunggu mulai muncul
Matahari naik menyibak kabut dan membuat gradasi langit menjadi jingga
Sisi lain bukit 
Andai bisa kami nikmati pagi-pagi yang seperti ini setiap harinya :)
Kabut yang begitu tebal tetap tidak mampu menutupi dua sumber kehidupan manusia, yakni Gunung Merapi dan Merbabu. Meski matahari belum beranjak naik, kabut tetap tak mampu menutupi kegagahan keduanya yang berdiri kokoh seakan memandori kami yang menikmati fenomena sunrise pagi itu. Ketika matahari mulai naik keatas saya merasa semua orang berhenti mengobrol, tak ada suara. Seperti menyaksikan aktor favoritnya, semua mata fokus tertuju pada Candi Borobudur yang dilatar belakangi kabut dan langit yang semakin oranye. Hanya ada suara jepretan kamera secara bertubi-tubi. Dan saya ikut merinding, takjub.

Ada bapak-bapak berseragam warna biru yang bisa kalian ajak ngobrol untuk bertanya-tanya apa saja yang dapat terlihat dari bukit ini.Sayapun sempat mengobrol sebentar dan ternyata bagi yang suka camping bisa membawa tendanya untuk bermalam disini namun ada biaya tambahan lagi yang saya kurang tahu berapa. Bapak paruh baya itu bilang, katanya kalau cerah dari sini kita bisa melihat Gereja Ayam dan Sleeping Buddha. Saya percaya untuk yang Gereja Ayam karena letaknya nggak jauh, namun kalau sleeping buddha saya ragu. Entah sleeping buddha yang dimana karena saya hanya tau yang berada di Mojokerto (itu kan jauh banget). 

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You Might Also Like

12 komentar

  1. Borobudur nya terlihat kecil banget yaaaa, kayaknya mesti motret pale tele yessss. Btw lucu amat harga bisa berubah sewaktu2 hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya maz aku beliin kamera mahal dong, eh gopro endorse-an juga mau kok. xixixi

      ya abisnya males kalo ada yg komplen harganya naik, lhaa itukan bukan salah aku :p

      Delete
  2. Sumpah, foto-fotonya berkesan magis banget :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya gak ada yang jualan buah manggis mz #eh

      makasi, yg fotoin misua akuh xoxoxo

      Delete
  3. Kalau gitu besok2 bawa bibit buah manggis mbak :D

    waa, salam erat mas Fahmi! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaaa semoga jodoh lagi kesini ya :D

      sip, disalamin :)

      Delete
  4. Kabutnya itu loh.. Kalo cerah lampu-lampu Kota Magelang keliatan banget ituuh kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh kak, kayaknya aku harus balik lagi yaa ke Magelang, sekalian poto prewed di gereja ayam :| (yakaliiiii) hehehe

      Delete
  5. Yakalii.. Apa mau foto di stupa Borobudurnya pas pagi githu.. *prewed sama Stupa *maap Mas Fahmi saya lancang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa bukan foto malah uji nyali :p

      Delete
  6. wah .. kayaknya yg ditunggu tunggu pas sunshet nya itu mbak ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas sunrise kaaak, sunset gak keliatan hehehee

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of