#LiburanDiYogya : Prawirotaman, Jalan Internasional di Jogja

3/25/2015 01:57:00 PM

Meski belum seterkenal jalan Kuta atau Legian, jalan Prawirotaman ini tetap merupakan area yang dapat di sejajarkan dengan jalan internasional tersebut di Bali, banyak tempat menarik disini, maka nggak heran kalau bulepun suka stay disini. Why?! Jangan bandingkan dengan jalan yang sudah maintream seperti Malioboro, karena di jalan Prawirotaman ini jauh dari hiruk pikuk dan ramainya orang berjualan. Jalan ini telah lama dikenal sebagai kampung bule di Yogyakarta, para wisatawan asing prefer stay di area ini karena memang kelengkapan fasilitas dan kenyamanannya.

Jalan internasional yang lenggang setiap pagi
Maka dengan alasan tadilah saya dan Fahmi akhirnya menetapkan pilihan menginap di Gallery Prawirotaman Hotel yang sebelumnya telah saya review disini. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota, dan strategis untuk mencapai tujuan-tujuan wisata di Jogjapun menjadi salah satu nilai plus, kalau malam -malam pingin sekedar 'nongkrong' di Alun-alun Selatan Keraton, kami bisa langsung berangkat dengan sepeda motor sewaan karena cuma butuh 5 menit dari hotel. Deket banget kan?!

Sebenernya tanpa harus jauh-jauh ke tempat-tempat wisata Jogja, di jalan Prawirotaman inipun punya banyak pilihan tempat yang wajib untuk disinggahi. Belasan cafe unik, dari yang memiliki menu western hingga rawon daging, mulai dari wedang atau sekedar ingin meminum coffee dengan santai. Semua murah-able, bagi yang sudah pernah jajan di Kuta jajan diarea Prawirotaman ini muraaaah banget. Padahal rata-rata yang seliwiran bule, tapi harga makanannya masih sangat manusiawi untuk wisatawan lokal. Alhamdulillah deh :D

Di salah satu restaurant yang nyaman, murah dan enak di jalan Prawirotamaan 1 (tunggu review selanjutnya)
barang-barang antik yang harganya jutaan rupiah
Wahai kalian para pecinta wisata budaya, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengexplore jalan ini, karena disini kalian bisa sangat 'kenyang' untuk, membeli (yang harganya jutaan rupiah) atau sekedar mengabadikan barang antik, berkunjung ke beberapa butik Batik, mencari buku-buku tua, beli jajanan tradisional, sampai tempat mendaur ulang barang bekas juga ada disini lhoo! 

Uniknya.. di jalan ini pagi-pagi buta sudah dibuat ramai oleh pasar tradisonal yang terdapat di depan jalan Prawirotaman II, Saya dan Fahmi pagi-pagi sempat berkeliling pasar untuk mencari camilan dan ternyata juga bisa sambil hunting foto yang isinya kesibukan pasar. Senang rasanya ketika tau ada pasar tradisional di tempat yang sudah go internasional dan masuk Lonely Planet ini. Jadi bisa jajan kue lopis deh, yeaaay!!

Jadi bisa hunting foto pagi-pagi di pasar deh, seru!
seperti menemukan harta karun, hihik
Yang bikin seneng di di Prawirotaman ini kita bisa melihat dengan jelas bagaimana wisatawan asing bisa berbaur dengan masyarakat lokal. Mungkin alasan kuat mereka memilih stay disini karena memiliki alasan tersebut, selain bisa berbaur mereka juga bisa lebih mengenal kebudayaan dan warisan Jogja yang terdapat di area ini.

Kalau ditilik dari nilai sejarahnya, Prawirotaman konon sudah ada sejak abad kesembilan, jadi bisa dibilang usia kampung ini sudah lumayan tua. Terdapat seorang abdi kerajaan yang bernama Prawirotomo yang diberi sebidang tanah oleh Sultan Yogyakarta. Dan sejak saat itu, dimulailah bermunculan cerita mengenai Prawirotaman, kabarnya pada era kemerdekaan kampung ini adalah tempat berkumpulnya para pejuang.

Setelah lepas dari penjajahan, Kampung Prawirotaman menjadi lebih terkenal dengan batik cetak yang dikelola oleh keturunan Prawirotomo. Meski kedepannya bisnis batik mereka kurang begitu baik, dan beralih ke bisnis jasa penginapan. Hingga sekarang, Kampung Prawirotaman ini justru lebih dikenal dengan kampung turis atau kampung bule di Yogyakarta, maka darisanalah awal bermula kenapa sebagian besar yang menginap di Prawirotaman adalah bule.

Salah satu butik Batik yang ada
tempat reparasi meja dan kursi bekas 
Satu dari belasan travel agent
daftar fasilitas yang terdapat di jalan Prawirotaman
Asik sekali jika membayangkan datang dan menginap disini bersama keluarga besar dan kerabat dekat, jadi kalau malam bisa jalan-jalan kecil keliling Prawirotaman untuk nyobain kulinernya satu persatu. Mau berkunjung kemanapun dekat, mau ke stasiun juga nggak jauh. Ya semoga deh Jogja nggak kapok saya kunjungi lagi, setelah memiliki pengalaman pertama yang menyenangkan stay di Prawirotaman jadi membuat saya akan memilih area ini lagi untuk tempat menginap.

Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Akuh orang Prawirotaman lho. Itu di foto pertama, jalan lagi dikit, belok kanan, rumah eyangku. Hehehe. Bangga.

    Btw, Kak Putri, Prawirotomo adalah salah satu prajurit istana juga. Kami termasuk abdi dalem yang bangga menjadi abdi dalem sultan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiiih ka Bulan kereeeen.. jadi kalo mudik asik dong liat bule seliweran?! Hehee

      Aku di keraton ada foto sama abdi dalem, bagi orang Jogja jadi abdi dalem pasti bangga bgt ya kak ;))

      Delete
  2. ini area favoritku di Jogja! Semoga gak jadi amburadul kayak Kuta Bali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiik yaa semua-mua ada disini, strategis pulak.
      Ehyaa jangan sampe, nanti kue lopisnya jadi mahal dong :(( ehehehe

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of