#LiburanDiYogya : Dreams Come True, Caving Gua Jomblang

3/09/2015 10:06:00 AM

Caving atau menyusuri gua adalah kegiatan yang sejak dulu saya idam-idamkan, kalau kata orang bijak, We must to see from the different side. Sama halnya dengan air terjun atau pantai, bukankah gua juga sebuah fenomena alam?! Meskipun caving di Gua Jomblang ini tidaklah semenyeramkan seperti di film Sanctum, tapi kewaspadaan dan kehati-hatian tetap sangat dibutuhkan, karena bagaimanapun menyusuri Gua mengagumkan ini adalah jenis kegiatan yang cukup extreme.

Amazing place, with amazing race
Kami berangkat pukul 08.00 pagi dari Gallery Prawirotaman Hotel, pihak hotel telah membantu kami untuk membookingkan 2 tiket langsung ke pihak pengelola Gua Jomblang, baru kemudian kami membayarnya secara cash seusai kegiatan berakhir (Well, asik ya nginep di hotel ini?!Praktis :D) . Seperti info yang telah kami dapatkan, waktu terbaik untuk menikmati fenomena cahaya di dalam gua adalah sekitar pukul 10-12 am, yaitu ketika matahari sedang berada tinggi di atas kepala.

Gua Jomblang merupakan salah satu gua dari sekian banyaknya gua (sehingga disebut sebagai kompleks gua) Gunungkidul yang terkenal karena keunikan dan keindahannya yang sangat luar biasa. Saking uniknya Pada tahun 2011, Gua Jomblang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar Amazing Race Amerika. Bapak guide juga menceritakan secara personal ke saya beberapa artis ternama yang pernah menguji adrenalin disini.

Proses memasuki gua secara vertikal
Ceritanya lagi serius dengerin pengarahan
Go, go girl!
Yang membuat Gua Jomblang ini menantang adalah cara untuk memasukinya yang menggunakan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Karena memang bentuk Gua yang pintu masuknya seperti sumur, kita harus memasukinya secara vertikal. Oleh karena itu, siapapun yang hendak caving di Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar keamanan caving di gua vertikal dan harus didampingi oleh penelusur gua/guide yang sudah berpengalaman.

Sebelum diturunkan sang guide membuka briefing kecil yang menjelaskan teknis dan kegiatan yang nantinya akan berlangsung. Ditutup dengan doa bersama caving pun dimulai! Ketika turun kita akan langsung tiba disebuah hutan yang sering dikenal sebagai Hutan Purba, karena vegetasi di hutan ini jauh berbeda dengan vegetasi yang berada di permukaan. Sejak proses runtuhnya tanah ke bawah, vegetasi ini terus hidup dan berkembang sampai saat ini.

Hutan Purba yang masih tumbuh subur di dalam gua
Lengah sedikit, terjun kebawah loh TT
Tiba lagi di mulut gua yang super besar, sesuai yang disampaikan ketika briefing, kami akan melewati lubang itu dan menyusurinya kurang-lebih sepanjang 300 Meter untuk sampai di Luweng/Gua Grubug. Hati saya lumayan kacau, jika lengah sedikit saja, kondisi pijakan tanah yang sangat licin bisa membuat saya jatuh terguling-guling kedasar gua. Selama menyusuri gua, keadaan di dalampun sangaaaat gelap, sulit rasanya hanya bergantung pada cahaya lampu senter. Turis Malaysia yang didepan saya sampai harus berkali-kali jatuh karna permukaan batu yang tidak terlihat, beruntung saya sempat menangkapnya sebelum terguling.

Ini dia si Luweng Grubug
Jangan injak batuan mineral yg berada disisi kiri-dan kanan ya!
Dreams come true, yeay!!
Kembali ke permukaan
Namun semua sangat sebanding dengan apa yang telah kami dapatkan, menyaksikan fenomena cahaya yang biasa disebut 'Cahaya Surga'. Sebelumnya saya tidak pernah menyadari kecantikan dari sebuah cahaya yang dengan mudah didapat diatas permukaan bumi, sebuah energi yang ternyata keindahannya dapat menembus hingga 90 meter ke dalam perut bumi. Sebuah mahakarya Sang Pencipta yang sungguh mengagumkan, semua gambar diambil oleh Fahmi. Karena saya sendiri tidak mengingat hal lain kecuali memuji Sang Khalik dengan nafas yang masih memburu.

Kalian tidak akan berani mengatakan bahwa harga tiket Rp. 450.000 ini sangat mahal ketika mendapatkan pengalaman tak terlupakan seumur hidup, ditarik secara manual dengan 6 orang dewasa untuk kembali keatas permukaan bumi. Kalau nggak mau bayar, silahkan turun sendiri dengan SRT (Single Rope Technique) set, pakai sendiri deh seat harness, chest harness, ascender/croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek kaya di filmnya Sanctum. Hehehee


Ps: Berlibur di Yogyakarta akan lebih effisien jika menginap di hotel yang berlokasi strategis, nyaman, dan pelayanannya ramah seperti di Hotel Gallery Prawirotaman. Berlokasi di derah Prawirotaman, banyak tempat menarik, kuliner enak dan pusat perbelanjaan berada dekat dengan Hotel Gallery Prawirotaman. Untuk mendapatkan diskon tambahan, pemesanan kamar bisa dilakukan disini.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Keren banget yah, waktu ke gunung kidul tahun lalu gak sempat kesini cuma nikmati body rafting tapi pemandangannya keren juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time harus mampir kak akbar, emejing ==

      Delete
  2. keren banget mbak, saya jadi pengen wisata ke tempat-tempat kayak gini. :D SERU BANGETTTTT KAYAKNYA, mumpung masih muda nih, jiwa petualang suka ekstrim. hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung masih muda, beneeeer! Aku aja etagihan loh mbak, pokoknya harus coba deh :))

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram