Discovering Chanoyu : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Upacara Minum Teh

3/19/2015 01:51:00 PM

Chanoyu atau upacara minum teh Jepang adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Sebenarnya ritual ini udah cukup familiar di telinga saya, karena memang lumayan terkenal di Indonesia. Konon pada zaman dulu disebut chat atau cha no yu. Sementara upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Teh disini nggak sembarangan teh yang tinggal diseduh loh, tapi disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh yang nantinya akan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus yang disebut chashitsu. Karena di Jepang, Chanoyu sendiri dianggap sebagai bagian dari meditasi untuk mendapatkan keseimbangan jiwa dan ketenangan diri.

Berbeda dengan teh indonesia, teh khas Jepang berupa bubuk yang dikocok hingga berbuih
Lucky me! Karena bisa dapet kesempatan dari Japan Foundation untuk mencoba dan mempelajari langsung ritual ini beberapa hari lalu. Orang Jepang terkenal dengan pribadi yang sangat perfectionis, jadi nggak heran kalau untuk bisa menjadi ahli Chanoyu, harus memiliki pengetahuan mendalam mengenai tipe teh, kimono, kaligrafi Jepang, ikebana dan berbagai pengetahuan tradisional lain. So nggak sembarangan orang bisa menjadi ahli atau master Chanoyu, malah harus mendalaminya selama bertahun-tahun. Tamu yang diundang secara formal juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etika meminum teh dan menikmati makanan kecilnya.

Saya nggak pernah menyangka bahwa begitu banyak filosofi dan makna dari setiap gerakan yang dilakukan dalam ritual ini, seorang sensei menjelaskan pada kami bahwa mereka sangat begitu menghargai cawan yang digunakan dalam upacara minum teh. Saking berharganya, ada aturan-aturan tertentu untuk menengguk habis teh didalamnya, salah satunya adalah mengelap 2 kali bekas bibir didinding cawan jari. Tidak diijinkan untuk mengelapnya dengan tisu atau benda lain karena khawatir akan merusak permukaan cawan. Semua dilakukan untuk menghormati karena setiap cawan telah dibuat dengan susah payah dari tangan para maestro.

Otemae, peracik teh
Cawan yang sangat dihormati
Rangkaian pembuatan teh oleh tuan rumah harus dilakukan dengan gerakan yang penuh hikmat dan tenang. Begitu pula untuk para tamu, teh yang sudah siap, akan dituangkan ke dalam sebuah cawan. Sebelum menyerahkan kepada tamu, tuan rumah akan memutar terlebih dahulu cawan tersebut sebanyak 2 kali. Tujuannya, supaya gambar pada cawan tersebut menghadap tamu pada saat diberikan. Demikian pula sebaliknya, tamu harus memutar cawan sebanyak 2 putaran agar gambar pada cawan menghadap tuan rumah pada saat mengembalikannya. Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, saat akan minum tamu harus memutar cawan agar gambarnya tidak tersentuh oleh bibir, sehingga tidak merusak gambarnya.

Mencicipi kue manis sebelum meminum teh 
Proses pembuatan teh jika upacara di luar ruangan
Dalam tradisi teh biasanya disajikan dalam guci atau poci yang terbuat dari tanah liat. Khusus bagian dalam tidak boleh dicuci, apalagi disentuh dengan sabun. karena aroma sabun akan mempengaruhi aroma teh. Selain itu endapan teh di dalam wadah, akan menambah harum teh yang baru dicelupkan. Dan kenikmatan akan bertambah lagi apabila diminum dengan menggunakan cawan atau mangkuk yang terbuat dari keramik. 

Para murid kursus dan sensei yang didatangkan langsung dari Jepang
Arigatou gozaimasu!!
Terimakasih The Japan Foundation Jakarta atas kesempatan dan ilmu yang diberikan, bagi yang mau ikutan nyoba monggo silahkan pantau terus webnya karena kita bisa ikutan tanpa dipungut biaya apapun loh! Bagian terfavorite saya adalah ketika mencicipi kue manis yang enaaaaak banget, ditambah aroma teh yang begitu harum.. pokoknya benar-benar berhasil memperbaiki mood. Next, coba langsung di Jepang aja kali ya?! :p

You Might Also Like

2 komentar

  1. Pingin Jalan jalan ke Jepang pakai Kimono dan tetep pakai Jilbab, keren kali ya ......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaa, pasti keren!! aku juga pingin banget... pas winter seru kali yah?! hehehe

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram