Dihipnotis Bandung Dalam 2 Bulan

3/03/2015 12:51:00 PM

Jatuh cinta nggak pernah mengenal waktu dan tempat katanya, dan benar aja. Niat untuk road trip dari Jakarta-Jogja-Blitar malah jadi batal karena saya dan Fahmi malah nyangkut di kota Bandung. Starting dari Jakarta kami mampir di Puncak dan menginap satu malam disana, kemudian lanjut menuju Sukabumi dan camping di Situgunung baru melanjutkan lagi ke Bandung. Saya kebetulan punya sahabat lengket mahasiswi UPI yang ngekost di daerah Geger Kalong dan dapat info kalau kamar sebelahnya masih kosong, daripada stay beberapa hari di hotel yang harganya lumayan mahal ya mending sewa kamar kost aja, toh semua barang sudah kami bawa (serius niat jadi nomad).
Bandung, am in loff :))
Dan akhirnya niatan untuk singgah di kota Bandung beberapa minggupun molor, ya katakanlah Bandung menghipnotis kami karena realisasinya kami stay selama 2 bulan lamanya. Ternyata Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, tapi kok masih sangat nyaman ya?! Bukannya mau sok ngedewa-dewain Bandung, tapi toh emang kota ini punya banyak magnet yang gak bisa ditemuin di ibukota atau bahkan mungkin kota-kota besar lainnya.

1. Harga Hidup Masih Murah

Penilaian Bandung ini saya nilai secara personal aja yaa, karena memang asli pengalaman dan pengamatan sendiri. Kami tinggal di daerah Gerlong (Geger Kalong) tepatnya ada di belakang kampus Telkom Bandung. Uang sewa kost kami 750.000/bln (kamar mandi dalam) tiga kali lipat lebih murah dari harga kost kami yang di Jakarta saat ini. Ditambah dengan berbagai macam jenis kuliner, jajanan, warnet sampai jasa laundry yang sangat murah (dibandingkan rate harga di Jakarta). Inilah keuntungan tinggal di lingkungan kampus besar, bahkan kami dapet sinyal wi-fiID yang kuat jadi lancar untuk kerja tanpa perlu keluar rumah.

2. Udara Yang Seger

Kalau di Jakarta wajib pake AC, nah di Bandung ini nggak perlu lagi.. jadi lumayan bisa penghematan tanpa kegerahan. Apasih yang dicari orang kota disini kalau bukan udara yang sejuk dan seger?! Tingkat emosional Fahmi pun jadi agak menurun, karena bad mood juga kadang dampak dari polusi dan udara yang panas.

3. Banyak Kuliner Unik dan Murah

Saya terhitung jarang banget  masak ketika di kota ini, ya secara banyaaaak banget makanan murah yang dijual, apalagi kalau jalan sedikit ke Darut Tauhid, 2 bulan aja nggak sempet nyobain semuanya satu-persatu. Semua bisa dicoba dengan cuma jalan kaki, mulai dari Nobu Ramen, Sushi, aneka Seblak, Ceker Setan, kalau mau sedikit naik motor bisa makan Steak Karnivor atau ngemil Mangkok Manis, Es Durian daaaaan masih banyak lagi yang gak kesebut.  Huwaaaaaa jadi kangen seblak :(

4. Macetnya Masih Manusiawi

Banyak yang bilang kalau Bandung itu macet, yaph! Saya mengakui itu, Bandung memang macet.. ya namanya juga kota besar, apalagi ini kota tujuan wisata yang ketika weekend isinya kendaraan-kendaraan dari Jakarta. Tapi saya setuju bahwa macetnya Bandung masih sangat manusiawi. Kenapa?! Karena sepengalaman kami yang keliling kota kena macet, tidaklah seburuk macet di tengah ibukota, nggak berisik dari kelakson dan polusi asap dari bajaj, kopaja atau metromini. Macet ya macet, nunggu giliran jalan tanpa perlu berisik dengan klakson. Semua kendaraan mengantri lampu merah teratur sesuai dengan tempatnya, kalau di Jakarta sih zebra cross udah ditutup/penuh sama kendaraan roda 4 dan motor ada lebih depan lagi. Haaaaffftttt

5. Banyak Pusat Fashion

Sebenernya ini yang paling ingin saya hindari, lokasi menjamurnya outlet-outlet fashion yang.. hastaga lucu-lucu banget bikin mau shooping habis-habisan. Nggak heran disebut Paris Van Java, wong barang-barang yang susah didapet di Jakarta disini malah banyak banget yang make. Girlsss!! Bawa deh pacarmu dan semua hartanya ke kota ini, dijamin dapet banyak baju-baju hits ala Taylor Swift (dalam hati menahan diri)Hkkss

6. Banyak Tempat Tujuan Wisata

Selain alasan diatas tadi, alasan yang paling bikin betah di Bandung tentu ajah banyakya tempat wisata yang sejuk. Karena kost-pun nggak terlalu jauh dari Lembang jadi kami bisa secara mendadak mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah ini. Misalnya Tangkuban Perahu, Floating Market, Sariater atau mungkin Tebing Keraton. Namun kami lebih sering menghindari weekend, karena menikmatinya justru lebih enjoy ketika weekday, sepi! Warga Bandung juga sangat beruntung, selain banyak tujuan wisata mereka juga punya taman-taman yang asik, kalau butuh wi-fi gratis tinggal ke taman aja, entah Taman Jomblo atau Taman Film. Asik banget kan?! 

You Might Also Like

7 komentar

  1. OOOh..bandung gitu ternyata..jadi pengen kesana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, harus!! Kalo Borneo gimana mz?!

      Delete
  2. Yuk backpacker borneo eksplore bandung, nanti gantian saya eksplore kalimantan :p

    enjoybackpacker.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. *ikutan nyempil di ransel* :p

      Delete
  3. jadi kangen ke bandung lagi nih :( kapan yaa

    ReplyDelete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram