OZ 2015

1/29/2015 03:42:00 PM

Dua tahun lalu ketika masih berpacaran dengan Fahmi (yang sekarang suami), kita sama-sama punya mimpi untuk jelajah Australia dalam waktu yang panjang-berdua. Lalu kamipun mulai mencari segala macam bentuk informasi dan berharap menemukan cara atau jalan untuk mewujudkan mimpi pasangan traveler muda ini #hasek. Kemudian terdengar jenis visa yang mengijinkan warga Indonesia untuk tinggal 1 tahun lamanya di Negeri Kangguru tersebut, Working Holiday Visa (WHV) namanya. Dan dari sanalah, kami semakin membulatkan tekad untuk menjelajah keindahan Australia dengan memanfaatkan peluang ini.

Perth, kota impian (diambil dari google)
Namanya juga mimpi indah, jadi nggak mudah untuk ngedapetinnya begitu aja bukan?! Begitu banyak syarat untuk mendapatkan visa bekerja dan berlibur ini, salah satunya yang paling memberatkan kami adalah memiliki dana setidaknya AUD $ 5.000 artinya butuh 10.000 Australian dollar ( sekitar 100 juta dalam rupiah) untuk kami berdua. Apa yang kami lakukan setelah tau?! Tentu aja kerja keras, melakukan banyak penghematan sampai harus memutar otak untuk meminjam dana dari keluarga untuk mengakali keaktifan saldo di rekening. 

Beberapa persyaratan untuk apply WHV
Kemudian desakan untuk menikah datang dari pihak keluarga Fahmi, JEGER!! Makin pusinglah kami memikirkan besarnya pasak daripada tiang. Restu untuk berangkat ke Australia berdua selama satu tahunpun bisa cair dengan 1 syarat ini dari orang tua. Menikah! Keinginan untuk segera apply WHV pun kami undur hingga pertengahan tahun 2014. 

Ketika pernikahan diputuskan pada bulan September 2 bulan sebelumnya kami sudah melakukan test Bahasa Inggris untuk mendapatkankan score diatas 4,5 untuk IELTS atau 450 untuk TOEFL. Gimana kalau nggak lulus?! 

"Kita batal nikah! Aku berangkat sendiri aja. Pulang darisana baru deh kita nikah, makanya harus lulus!" Jawab Fahmi dengan enteng karena dia sudah lulus dengan nilai IELTS 6,5  -______-

Itu artinya nasib pernikahan saya bergantung hanya pada nilai IELTS, karena test di IALF inipun mengeluarkan dana yang lumayan, sekitar 2,4 juta tanpa jaminan score baik. Kalau gagal, harus kembali register dan menunggu hasilnya bisa sampai 2 bulan lamanya. *ngelus dada*

Surat membahagiakan dari imigrasi
Syukurlah saya lulus meski dengan nilai yang sangat pas-pasan, dengan kesibukan skripsi dan persiapan menikah akhirnya cuma dapet score IELTS 5. Segera daftar ke imigrasi untuk mendapatkan jadwal wawancara, tanpa kami duga sebelumnya ternyata proses mengurus WHV ini sangat butuh kesabaran tingkat tinggi. Dari daftar, interview hingga mendapatkan surat pengantar dari imigrasi mencapai waktu 5 bulan lamanya. Untuk lebih detail cara pengajuannya bisa di lihat disini.

Bekal perjalanan WHV-ers 
Semoga tahun 2015 ini melancarkan eksekusi mimpi saya dan Fahmi, entah menetap di Perth, Melbourne atau kota Darwin, bekerja sambil berlibur tidaklah terlalu buruk, justru kami berfikir akan menjadi pengalaman yang sangat menarik untuk di tulis di blog kami masing-masing. Syukur-syukur kalau nantinya kami bisa menelurkan sebuah buku duet (Nah ini cabang mimpi lainnya) Amin.

Proses WHV Fahmi sudah masuk tahap akhir jadi tinggal mencari tiket keberangkatan ke Australia, sedangkan saya masih punya PR untuk medical check-up agar segera granted. Selanjutnya tinggal mempersiapkan keberangkatan dengan tetap terus mencari segala bentuk informasi tentang kehidupan di Australia, atau membaca buku dari kak Anida Dyah (@nidnod) yang berisi pengalamannya berkerja dan berlibur di Australia.

Belum lama kami berdua sempat mengobrol banyak sama pasangan traveler senior Adam dan Susan @pergidulu yang kebetulan mas Adam memang asli Aussie. Mas Adam ini sangat kagum pada orang-orang Indonesia yang memanfaatkan program WHV di Australia, senada dengan kami karena pada kenyataannya kuota 1000 pertahunnya belum pernah terpenuhi. Well, obrolan tentang Australia selalu saja menarik, doakan dan jangan bosen kalau-kalau kami banyak bertanya nantinya yaa mbak Susan dan mas Adam :p

Tulisan ini diikut sertakan dalam blog writing competition dari @pergidulu dan berhadiah kamera Canon Powershot SX400 IS. Karena calon WHV-ers butuh kamera baru :)

You Might Also Like

2 komentar

  1. Goodluck yah kak. PrayforWHV kakak :)
    semoga terwujud.

    kunjungan balik yuk http://bit.ly/18vjFR9
    Salam Kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, makasih kak.
      *menuju tkp*

      Delete

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of