Eksotisme Sunda Kelapa

12/24/2014 06:17:00 PM

Menjelang Natal dan Tahun Baru seperti ini, denger-denger katanya jalanan Jakarta agak lenggang yah?! Oh ya pantes, banyak banget mobil ber-plat B disini. Kebetulan saya dan suami dua minggu ini nyantol di kota Bandung sampai waktu yang tidak bisa ditentukan, jadi tidak terlalu update mengenai kondisi Ibu Kota (padahal tetanggaan, sombong! Hehhe) 
Tapi sepengalaman saya yang memang besar di Jakarta, moment ketika banyak orang cuti dan berlibur justru adalah hal yang menyenangkan untuk stay. Di saat-saat Bali atau tempat wisata lainnya akan dipenuhi para wisatawan lokal, Jakarta akan sedikit menjadi lebih manusiawi baik di jalanan maupun tempat tujuan wisatanya. Nah, bagaimana kalau main ke Pelabuhan Sunda Kelapa?!

eksotisme Sunda Kelapa disiang hari
Kalau terlintas pertanyaan "Ngapain ke pelabuhan??" Well, jawabannya bisa disebutin dengan gampang, terlebih Pelabuhan Sunda Kelapa ini memiliki sejarah yang nggak kalah menarik di masa penjajahan. Atau mungkin untuk sekedar hunting foto?! Itu pilihan yang tepat banget, karena menurut saya yang sudah kesana. Pelabuhan yang satu ini memiliki atmosfer yang unik, dengan banyaknya kapal-kapal pengangkut berbagai macam barang-yang menepi menjadikan pemandangan lebih exotis.

entah si mas ini mau kemana, udah lihay banget mendayungnya
harusnya si bapak kasih kita cheese ya :')
A boat is a second home for him
Ada banyak yang bisa diamati dan diabadikan dengan kamera, saya paling suka mendapatkan gambar yang memiliki moment tersendiri, sederhana namun bermakna. Dari segi sejarahnya, Sunda Kelapa sangatlah penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta.
Saat masa itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (atau sekarang adalah kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, banyak yang belum mengetahui bahwa sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara.

play your camera!
terimakasih atas senyum manisnya, pak :D
mereka yang hidup berhari-hari diatas kapal sana, bukankah begitu berjasa untuk kita?!
Untuk mencapainya cukup mudah, Sunda Kelapa berada tidak jauh dari Kota Tua atau Museum Fatahillah, hanya perlu naik mikrolet warna biru kita bisa langsung tiba di pelabuhan ini. Saya dan kedua teman sempat naik ke salah satu kapal untuk sekedar mengambil gambar a.k.a Narsis, tidak ada pungutan biaya, hanya perlu sedikit menghilangkan rasa malu dan berinteraksi dengan para awak dan abeka kapal. Beruntungnya ketika kami datang kondisi pelabuhan tidaklah terlalu sibuk, mungkin karena hari minggu dan siang hari, hanya sedikit kapal yang sedang terlihat mengisi muatan. Tidak jauh dari pelabuhan, terdapat Museum Bahari yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Di sana dapat ditemukan fakta lebih jelas mengenai sejarah pelabuhan dan kelautan Indonesia. Have a nice new year!!

Foto sebagian besar diambil oleh rekan saya @sarahhasbiy 

You Might Also Like

0 komentar

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram