#Backpackmoon: Mendadak Bounty Cruises

11/07/2014 02:22:00 PM

Bounty Cruises selalu menarik perhatian dengan warna kuningnya :D
Bagi yang suka pelesiran kemana-mana saat punya rencana menikah nantinya, pertanyaan yang akan banyak dilemparkan adalah "Kalian Honeymoon kemana?!" Tanpa mau tau sisa cuti atau sisa keuangan setelah resepsi yang menyesakkan dompet. Beberapa waktu lalu kalo ada yang nanya begitu saya selalu jawab "Huhu nggak tau nih (sambil muka manyun)" Lalu kebanyakan pada nggak percaya dan berfikir kita berdua pasti udah punya plan besar, dueeeh maunya sih iyeee.. Ngeyurope :'(

Kadang kalau lagi iseng saya cuma jawab "Ke Barat, cari kitab suci ;p" (ter Sung Go Khon) 

Namun setiap Newlywed sepertinya butuh quality time untuk berdua. Percaya deh, kebanyakan wanita akan sangat butuh liburan pasca menikah, semua itu disebabkan karena siksaan dari korset yang berlapis-lapis, make-up tebal, bulu mata palsu yang gatel dan beban kepala yang beratnya hampir 3 kg. Cukup dua kali seumur hidup !!

And finally kami yang memang melangsungkan dua kali resepsi pernikahan yang berarti saya dua kali disiksa juga, barulah mantap ingin benar-benar berangkat untuk Backpackmoon! Berbeda dengan Honeymoon kami tidak memiliki itinerary yang jelas, kemana saja dan berapa hari dipikirkan saja nanti dijalan. 

Penampakan Gili T dari atas Bounty Cruises
Pilih deck teratas biar adyeem :)))
Satu-satunya tujuan yang pasti adalah ke Gili Trawangan yang sudah saya posting sebelumnya, tiga hari dua malam disana sepertinya sudah sangat cukup setelah secara tiba-tiba saya iseng bertanya berapa harga naik Bounty Cruises, dari Gili Trawangan tujuannya bisa ke Nusa lembongan, atau Tanjung Benoa. Fahmi yang sudah ke Nusa Lembongan sebelumnya malah mendadak ingin menunjukkannya ke saya (Alhamdulillah). Dan semakin yakin berangkat karena saya berhasil merayu penjulanya untuk menurunkan harga dari Idr 750K/org menjadi Idr 500K/org, duh harusnya saya tawar lebih murah lagi yah :(

Naik Fery udah sering, speed boat atau perahu kecil apalagi. Tapi ini pengalaman pertama saya naik Bounty Cruises yang ternyata fasilitasnya lumayan mewah. Selain sebagai kapal pesiar, Bounty Cruises juga menyediakan berbagai aktivitas watersport yang bisa dinikmati di pulau tujuan seperti banana boat, snorkelling dan wisata ke desa tempat dimana kapal berlabuh. Salah satunya Aktivitas Bali cruises yang biasanya dimulai pagi hari dan kembali pada sore hari, makan siang juga akan di suguhkan diatas kapal pesiar dengan menu khas bali. Asyik yah !


Keliatan Gagah ya kalo begini
Gili Trawangan dari kejauhan
Tapi kami yang hanya berniat untuk menyebrang ke Nusa Lembongan pun sudah merasa sangat puas, karena saat berlayar kapal sengaja memberikan pemandangan-pemandangan yang bikin ketagihan naik Bounty. Yang lebih menyenangkan lagi, kami yang sebelumnya ke Gili Trawangan harus menyebrang dari Bali ke Lombok selama 5 jam (dan harus ke pelabuhan Bangsal lagi pula), kali ini yang justru langsung dari Gili Trawangan hanya di tempuh kurang dari dua jam, hanya sekitar 1 1/2 jam sudah sampai Nusa Lembongan yang berarti sampai Bali cuma butuh 2 jam saja. Huft sakit hati, tapi harga memang nggak pernah bohong -_____-

Kapal ini gak bisa berlabuh didermaga atau di tepian pantai, jadi untuk naik ke Bounty crew akan menjemput para tamu terlebih dahulu dengan perahu kecil yang juga berwarna kuning ke dermaga, baru kemudian kita dapat memasukinya dengan menyebrang dari perahu kecil tersebut. Saya fikir bakal ngeri, tapi ternyata fun dan tetap savety. Saat saya mencoba mencari tempat duduk yang nyaman, ternyata keadaan kapal kosong-melompong, dan ternyata memang saat itu rombongan wisatawan sedang menunggu di Nusa Lembongan baru nanti saat kami tiba kembali dipulangkan ke Tanjung Benoa-Bali. 

Asiknya jalan-jalan di weekday, seat kosong !
Backpackmoon gak harus melulu susah kan?! :')
Bounty Cruises memiliki 3 deck yang seatnya dapat kita pilih sesuai kenyamanan, deck pertama dan kedua yang berada dalam ruangan luas tetap masih bisa menikmati pemandangan karena banyakknya jendela dikanan dan kiri kapal. Bounty bisa melaju sangat cepat meskipun arus laut sedang kencang, sehingga saya dan Fahmi yang memilih di deck teratas sangat bisa merasakan guncangannya. Memilih diatas karena kami bisa lebih leluasa mengabil foto dan menikmati sekeliling tanpa dihalangi apapun, tapi harus tetap berhati-hati dengan angin yang sangat kencang.



Dermaga Apung atau Pontoon dan perahu yang mengantar langsung ke desa
Berbeda dengan saat berangkat, saat tiba di Nusa Lembongan saya dan Fahmi diturunkan di Dermaga Apung atau Pontoon yang sudah dipenuhi wisatawan yang menunggu. Pontoon ini menarik perhatian saya, karena didalamnya juga terdapat spiral yang digunakan untuk meluncur langsung kedalam laut, unik ih ! Berbagai macam peralatan snorkeling dan diving pun lengkap ada disana, kami sudah tidak tertarik untuk mencoba karena gak sabar mau segera menepi. Saat tiba di Pontoon kita nggak perlu khawatir karena crew akan bersedia mengantar dengan perahu kecilnya langsung ke desa Lembongan. Berawal dari Bounty Cruises dulu baru bermimpi bisa naik kapal layar sekelas Star Cruises boleh dong?! Ahahaha *amin*


Nusa Lembongan, wait my new blogpost ya?!? :3

You Might Also Like

0 komentar

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak :)

Member Of

Putagram